Saturday , 19 January 2019
Home / Daerah / Lebong / Penganggur Tembus 3.790 Jiwa

Penganggur Tembus 3.790 Jiwa

PELABAI – Salah satu kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong adalah tingginya angka pengangguran atau pencari kerja. Hingga saat ini, jumlah pengangguran dan pencari kerja di Kabupaten Lebong sudah mencapai angka 3.790 jiwa. ‘’Jumlah itu didapat dari hasil penelitian yang kami lakukan sejak Agustus 2017 hingga Agustus 2018,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BSP) Kabupaten Lebong, Ir. Sriwiyana Teguh Ananto, M.Si.
Angka itu mengalami kenaikan 1.668 jiwa mengingat angka pengangguran tahun 2017 di Lebong hanya 2.102 jiwa. Kenaikan angka pengangguran di Lebong, menurut Sriwiyana juga dipengaruhi kemajuan teknologi. Salah satunya di sektor pertanian, keberadaan handtraktor menyebabkan berkurangnya kebutuhan jumlah tenaga manusia dalam proses menggarap sawah. ‘’Faktor lainnya masyarakat memiliki keterampilan yang terbatas,’’ terang Sriwiyana.
Namun penyumbang terbesar angka pengangguran di Lebong, versi Sriwiyana adalah sektor pertambangan. Terbatasnya akses masyarakat melakukan penambangan emas secara tradisional, memicu masyarakat berhenti menambang emas. ‘’ironisnya, para penambang ini tidak punya keahlian di bidang lain sehingga tidak punya akses beralih profesi,’’ tutur Sriwiyana.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebong, Bambang Tegoeh, S.Sos mengatakan, rendahnya serapan tenaga kerja di Lebong juga dipengaruhi minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Lebong. Selain itu, tingginya angka pengangguran di Lebong juga dipengaruhi mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum mumpuni. ‘’Coba lihat sendiri, perusahaan swasta yang ada di Lebong rata-rata mempekerjakan tenaga kerja dari luar,’’ ungkap Bambang.
Diakuinya, peningkatan SDM harus menjadi fondasi dalam peta pembangunan yang dicanangkan Pemkab Lebong. Targetnya, setiap calon SDM di Kabupaten Labong harus punya keahlian. Rata-rata keahlian hanya bisa didapatkan melalui pelatihan. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan keahlian bagi calon tenaga kerja, Lebong masih membutuhkan Balai Latihan Kerja (BLK). ‘’Kalaupun belum memungkinkan, paling tidak ada program pelatihan bagi pengangguran ke daerah lain yang memiliki BLK,’’ tukas Bambang. (sca)

Berita Lainnya

Lahan Terminal Belum Dibebaskan

PELABAI – Kendati sejak 2018 digadangkan sudah memiliki tiga alternatif lahan, hingga kemarin (15/1) Pemerintah ...