Senin , 27 Mei 2019
Home / Metropolis / Tunggakan Pelanggan PDAM Rp 10 M

Tunggakan Pelanggan PDAM Rp 10 M

WAHYU/RB
MEGAH: Meski memiliki kantor yang cukup megah, namun PDAM Tirta Dharma setiap tahunnya terus mengalami permasalahan tunggakan pelanggan.

BENGKULU – Jelang tutup tahun 2018 yang tinggal sehari lagi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu masih dilanda permasalahan tunggakan pelanggan. Bahkan tercatat hingga kemarin, jumlah tunggakan hingga tahun 2018 mencapai Rp 10 miliar. Namun jumlah ini jauh berkurang dibandingkan dengan tunggakan pada tahun 2015 lalu yang mencapai Rp 15 miliar lebih.

Direktur PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, Drs. H. Sjobirin Hasan, SE, MBA mengatakan, masalah tunggakan PDAM memang masih sulit dituntaskan. Karena hal itu merupakan perilaku dari pelanggan sendiri yang kerap kali menunggak pembayaran dengan tepat waktu.

“Ya meski tercatat masih sekitar 10 miliar tunggakan atau sekitar 7 ribu pelanggan yang menunggak dari total jumlah pelanggan saat ini 30 ribu lebih pelanggan. Namun tunggakan itu berangsur berkurang setiap tahunnya. Karena segala upaya kita lakukan,” terang Sjobirin.

Sambung Sjobirin, permasalahan yang masih belum tuntas ini, sudah masuk 5 tahun sejak dirinya memimpin PDAM Kota Bengkulu. Bahkan sebelum ia menjabat pun diketahui juga ada pelanggan yang menunggak 110 bulan atau 10 tahun yang telah diatasi. “Yang jelas persoalan pelanggan PDAM ini akan terus kita tuntaskan. Seperti upaya penagihan dilakukan bahkan kita audah ada tim khusus penagihan. Dan tim inilah yang terus bergerak dilapangan dari rumah ke rumah,” ungkapnya.

Menurut Sjobirin, meski upaya persuasif sudah dijalankan, namun masih banyak pelanggan yang tetap bersikeras tidak mau membayar tunggakan tersebut. Sehingga pihak PDAM bertindak tegas dengan melakukan eksekusi dengan cara mencabut sambungan PDAM tersebut. “Seperti di tahun 2017 lalu PDAM sudah melakukan eksekusi sebanyak ribuan pelanggan. Namun kalau tahun 2018 kami belum lakukan rekapitulasi, tapi mudah- mudahan banyak pelanggan yang bisa kita selesai pelunasannya,” bebernya.

Secara finansial, lanjut Sjobirin tunggakan ini memiliki pengaruh negatif terhadap perkembangan PDAM sendiri. Sebab PDAM sudah melaksanakan tugasnya mengalirkan air ke rumah pelanggan, namun pelanggan tidak menyelesaikan kewajibannya untuk membayar retribusi. “Karena dari pembayaran itu seharusnya masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi PDAM, dan itu tidak bisa direalisasikan ketika pelanggan melakukan tunggakan. Inilah yang tetap menjadi skala prioritas kami untuk menuntaakan,” tukasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD kota Rena Anggraini mengungkapkan, persoalan tunggakan PDAM merupakan persoalan klasik yang sudah sejak berlangsung lama. Ia berharap ada penanganan khusus dalam menuntaskan persoalan tunggakan pelanggan PDAM.(new)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!