Saturday , 19 January 2019
Home / Daerah / Lebong / Berkas Telat, Lulus CPNS Dianggap Mundur

Berkas Telat, Lulus CPNS Dianggap Mundur

PELABAI – Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan Pegawai, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebong, A Ropik, S.Sos mengingatkan 206 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Lebong yang lulus seleksi segera menyerahkan berkas kelengkapan pengangkatan. Masing-masing peserta diberi tenggat waktu 13 hari terhitung hari ini.

Jika hingga Senin (14/1) berkas pendaftaran ulang CPNS belum juga diserahkan ke BKPSDM Lebong, CPNS bersangkutan dianggap menggundurkan diri. Sesuai instruksi Badan Kepegawaian Negara (BKN), pemberkasan ke kantor kepegawaian setempat wajib hukumnya bagi setiap CPNS yang lulus seleksi. ‘’Kami harap seluruh CPNS Lebong tidak menunda-nunda waktu,’’ kata Ropik.

Dalam proses penerimaan berkas, BKPSDM membentuk 3 loket yang dipusatkan di gedung Computer Asisted Test (CAT) komplek kantor BKPSDM Kabupaten Lebong. Ketiga loket disesuaikan dengan kategori kualifikasi. Yakni tenaga pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis. ‘’Tujuannya menghindari antrean panjang selama proses pemberkasan,’’ ungkap Ropik.

Lebih lanjut disampaikannya, seluruh persyaratan dalam proses pemberkasan bisa dilihat langsung di website BKN atau langsung datang ke kantor BKPSDM Lebong. Salah satu persyaratan pemberkasan yang harus dilengkapi setiap CPNS yang lulus seleksi itu, surat pernyataan bersedia mengabdi di lingkungan Pemkab Lebong minimal 10 tahun.

‘’Selama itu,  CPNS yang diangkat PNS di Lebong tidak boleh mengajukan pindah tugas dengan alasan apapun sebelum melewati masa kerja minimal yang sudah ditetapkan,’’ tukas Ropik.

Kebijakan itu diberlakukan guna menghindari Kabupaten Lebong hanya dijadikan batu loncatan dalam mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Terlebih Lebong masih sangat kekurangan PNS. Adapun 206 formasi yang terisi dari kuota 209 formasi itu, 100 tenaga pendidikan, 77 tenaga kesehatan dan 29 tenaga teknis.

Sementara 3 formasi yang kosong, dokter gigi penempatan Puskesmas Taba Atas, tenaga guru formasi khusus eks Tenaga Honor Kategori Dua (K2) dan penata ruang penempatan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).(sca)

Berita Lainnya

Lahan Terminal Belum Dibebaskan

PELABAI – Kendati sejak 2018 digadangkan sudah memiliki tiga alternatif lahan, hingga kemarin (15/1) Pemerintah ...