Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Dua Lagu Daerah Bengkulu jadi Kekinian

Dua Lagu Daerah Bengkulu jadi Kekinian

TAUFIQ/Magang/RB
ARANSEMEN: Musisi ini berhasil mengaransemen lagu daerah Bengkulu menjadi lagu kekinian dengan warna musik baru yang lebih akrab ditelinga.

BENGKULU – Dua lagu daerah asal Provinsi Bengkulu yakni Sekundang Setungguan asal Serawai dan Jibeak Weoi lagu Rejang saat ini sudah diaransemen ulang. Lagi berbaha dua suku besar di Provinsi Bengkulu tersebut semakin enak didengar. Karena warna musiknya sudah menjadi kekinian.

Tidak menutup kemungkinan lagu ini akan menjadi booming, karena musiknya begitu enak didengar telinga. Senin (31/12) kemarin, dua lagu daerah tersebut dinyanyikan dalam pentas seni di Halaman Graha Pena RB. Lagu Sekundang Setungguan dinyanyikan oleh Anggi Perwira dan lagu Jibeak Weoi dinyanyikan oleh Meri KDI. Suara dua penyanyi tersebut mampu memukau perhatian para pengunjung.

Sementara itu Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan ke depannya seluruh lagu Bengkulu akan diaransemen ulang mengikuti warna musik kekinian. Sehingga lagu Bengkulu tersebut sesuai dengan selera pasar. Nantinya lagu-lagu daerah tersebut akan diproduksi dan diperbanyak melalui compact disk dan akan dijadikan oleh-oleh pada tamu luar daerah yang datang berkunjung. “Selain itu setiap event provinsi lagu daerah ini akan dinyanyikan,” katanya.

Harapannya dengan begitu lagu daerah tersebut bukan hanya dikenal oleh warga Bengkulu, tapi menasional. Dengan aransemen ulang tersebut lagu daerah akan menjadi semakin baik. Ada perbaikan kualitas lagu daerah mengikuti dengan selera kekinian. “Warna musiknya harus mengikuti selera pasar,” terangnya.

Banyak lagu daerah yang diciptakan oleh para musisi Bengkulu.  Baik itu lagu asal Kota Bengkulu, Rejang, Mukomuko dan Serawai. Lagu-lagu daerah tersebut sangat berpotensi bisa diangkat dan dikenal hingga ke kancah nasional. Tinggal lagi bagaimana kedepannya diprogramkan supaya lagu itu bisa diproduksi massal untuk diedarkan. Namun tentunya harus sesuai dengan selera pasar.

“Aransemen baru ini tidak akan mengubah makna lagu daerah,” terangnya.

Selain itu juga digelar konser musik dengan mendatangkan band indi Bengkulu yang sudah ke kancah nasional Rasha Band. Grup band yang dulunya dikenal bernama Cholesterol tersebut meramaikan acara di graha pena RB program kerjasama dengan Pemprov Bengkulu. Grup band dengan vokalis Coky, Fei (gitar), Akang (gitar), Aan (bas) dan Cilunk (drum ) ini membawakan lagu hitsnya Dinding Punya Telinga  mampu menghipnotis para pengunjung.

General Manager RB TV Pihan Pino, SIKOM dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria pun ikut menjajal suara khasnya bersama Coki menyanyikan beberapa tembang andalan. Ada 12 lagu andalan yang dinyanyikan oleh Rasha Band.

Sementara itu Kadis Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria mengatakan ini merupakan acara tutup tahun. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama, masyarakat ada, OPD ngumpul dalam acara tutup tahun ini,” katanya. Sementara itu Vokalis Rasha Band Coky bangga bisa tampil dalam acara pentas seni tersebut. Dia berharap Provinsi Bengkulu akan semakin baik tahun 2019. “Banyak sekali perubahan provinsi Bengkulu,” tutupnya.(del)

 

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!