Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Berita utama / Kata Kepala Bank Indonesia, Inflasi Bengkulu Lebih Rendah dari Nasional

Kata Kepala Bank Indonesia, Inflasi Bengkulu Lebih Rendah dari Nasional

BENGKULU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra mengatakan realisasi inflasi Bengkulu tahun 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional. Berdasarkan rilis  inflasi yang dikeluarkan BPS Provinsi Bengkulu angka inflasi Bengkulu tahun 2018 tercatat sebesar 2, 35 persen dan menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,56 persen. Pencapaian tersebut, kata Endang, berhasil dipertahankan oleh Provinsi Bengkulu selama kurun waktu dua tahun berturut-turut. Ini disampaikan Endang saat  konferensi Pers terkait inflansi daerah, di Media Center Provinsi Bengkulu, Rabu (02/01) bersama Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu.

“Pada tahun 2016 inflasi Bengkulu pada angka 5, 00 persen sedangkan inflasi nasional 3, 02 persen. Tahun berikutnya (2017,red) inflasi Bengkulu 3, 56 persen dan inflasi nasional pada angka 3,61. Untuk tahun ini (2018,red) inflasi Bengkulu di angka 2, 56 persen sedangkan inflasi nasional pada angka 3,13 persen,” sampai Endang Kurnia.

Selain itu, lanjut Endang, realisasi inflasi tahunan (year of year) Provinsi Bengkulu tahun 2018 menduduki posisi terendah ketiga se- Sumatera.  “Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada tahun 2017 yang menduduki posisi nomor tujuh se- Sumatera,” sebutnya.

Keberhasilan tersebut, jelas Endang, karena pemerintah Provinsi Bengkulu mampu menekan gejolak tiket pesawat terbang yang sangat mempengaruhi inflasi.  Selain itu, sebut Endang, TPID Provinsi Bengkulu telah melakukan langkah strategis dengan melakukan kebijakan yang sesuai dengan kebijakan nasional dalam mengendalikan inflasi daerah.

Agar pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu lebih baik, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan, ada empat langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah Provinsi Bengkulu. Yakni percepatan dan peningkatan presentasi penyerapan anggaran, kemudian pengembangan Bandara Udara Fatmawati yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura dengan pengembangan infrastruktur pendukung lainnya termasuk pembukaan jalur penerbangan baru.

“Selanjutnya, pengembangan Pelabuhan Pulau Baai untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan keempat, peningkatan pengolahan produk olahan,” kata Rohidin.

Jika keempat langkah strategis tersebut dilakukan secara simultan, kata Rohidin lagi, maka akan berdampak sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengendalaian inflasi di Provinsi Bengkulu. Selain itu, sebutnya, upaya yang sifatnya teknis operasional yang dirasakan sangat efeketif  dalam pengendalian inflasi seperti yang telah dilakukan, harus diupayakan terus secara sistematis dan masif. (rls/mc) 

Berita Lainnya

Praja Muda Cari Aman

BENGKULU – Astra Motor Bengkulu bekerjasama dengan Polsek Gading Cempaka Kota Bengkulu melakukan kampanye keselamatan ...

error: Content is protected !!