Rabu , 19 Juni 2019
Home / Borgol / Polda Pastikan Proses Penyerobatan Lahan PT Hasfram

Polda Pastikan Proses Penyerobatan Lahan PT Hasfram

BENGKULU – Kapolda Bengkulu Brigjen. Pol. Coki Manurung, SH, M.Hum melalui Kabid Humas AKBP Sudarno memastikan penyidik memproses laporan dugaan penyerobotan lahan PT Hasfram Inti Agro Manajemen. Baik itu laporan yang dilayangkan ke Polda Bengkulu ataupun laporan di Polres Bengkulu.

Sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangannya untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Saat ini penyidik  terus memproses laporan tersebut. “Untuk laporannya ada dua. Semuanya masih proses kita tindak lanjuti seluruh laporannya,” kata Sudarno.

Sudarno mengatakan, mereka sudah meminta PT Hasfram  untuk membawa bukti berupa dokumen kepemilikan lahan. Berupa alas hak yang menyatakan kalau lahan yang dilaporkan diserobot tersebut memang benar miliknya.

Alas hak bisa berupa sertifikat. Perlu ditekankan kata Sudarno bahwa alas hak yang harus diberikan ke penyidik adalah alas hak asli buka duplikat atau potokopian. Alas hak asli itu untuk dibawa sebagai bukti di pengadilan. “Kalau fotocopy tidak bisa,” katanya.

Dia berharap, sebagai pelapor PT Hasfram juga bisa bertindak kooperatif memenuhi permintaan dari penyidik. Sehingga proses ini juga bisa berjalan dengan cepat. “PT Hasfram sendiri sudah diminta datangkan bukti kepemilikannya. Tapi ditunggu tidak datang-datang, bosnya tidak datang juga. Kita proses laporannya. Tapi yang melaporkan juga harus kooperatif. Kalau dimintakan suruh mendatangkan alat bukti ya mereka harus dipenuhi. Kalau tidak kita tidak bisa proses lebih lanjut,” katanya.

Sejauh ini proses menindaklanjuti laporan ini ditangani semuanya. Baik itu di Polres maupun Polda. “Kemarin informasi dari penyidik, dimintai bukti kepemilikan lahan atau alas hak lahan, katanya belum bisa menghadirkan,” katanya.

Alas hak itu penting. Sebab berkaitan dengan pertanahan harus ada bukti kepemilikan lahan. Berupa sertifikat asli bukan fotokopi. “Ini belum dibawa ke penyidik,” terangnya.

Perwakilan PT Hasfram Inti Agro Manajemen Hendra Jaya mengatakan kalau saat ini lahan milik mereka sudah dipatok-patok dan digarap oleh warga tanpa izin. Bahkan ada beberapa tanaman sawit yang dirusak oleh warga. Perusahaan sudah berusaha untuk mengingatkan warga secara baik-baik.

Tetapi belum mendapatkan tanggapan. Malahan warga semakin banyak yang datang mematok lahan dengan dalih untuk bercocok tanam. “Kita sudah melaporkan kasus penyerobotan dan juga perusakan itu ke pihak berwajib. Semoga bisa lekas bisa menetapkan siapa yang bertanggungjawab terhadap hal itu,” katanya.

Dia menjelaskan lahan yang dipatok warga itu merupakan lahan sah milik PT Hasfram Dia menjelaskan, lahan PT Hasfram tersebut dikuasi oleh PT Hasfram berdasarkan sertifikat nomor 2576 tahun 1995. Dengan luas 208.000 meter persegi. Status sertifikat adalah hak guna bangunan yang akan berakhir masa berlakunya hingga 15 Agustus 2025 mendatang.  “Kami sudah melaporkannya,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Proyek Tak Dibayar, Dinas PUPR Provinsi Digugat Rp 2,549 Miliar

BENGKULU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu digugat oleh kontraktor CV. ...

error: Content is protected !!