Selasa , 25 Juni 2019
Home / Daerah / Lebong / Warga Miskin Turun 66 Jiwa

Warga Miskin Turun 66 Jiwa

PELABAI – Kurun satu tahun, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lebong hanya turun 66 jiwa. Data itu sesuai hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebong yang dilaksanakan Maret 2017 hingga Maret 2018.

‘’Tahun 2017 jumlah penduduk miskin tercatat 13.314 jiwa. Sementara tahun 2018 turun menjadi 13.248 jiwa,’’ ujar Kepala BPS Kabupaten Lebong, Ir. Sriwiyana Teguh Ananto, M.Si.

Turunnya angka kemiskinan di Kabupaten Lebong dipengaruhi berbagai faktor. Namun paling besar akibat perubahan pertumbuhan ekonomi hingga program yang langsung menyasar ke masyarakat miskin. ‘’Dua faktor itulah yang sangat mempengaruhi turunnya angka kemiskinan di Kabupaten Lebong,’’ terang Sriwiyana.

Ditambahkannya, tingkat kemiskinan diukur berdasarkan Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari 2 komponen. Yakni Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Untuk GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita per hari. ‘’Sementara GKNM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan serta kesehatan,’’ jelas Sriwiyana.

Lebih lanjut disampaikannya, GK merupakan suatu angka yang digunakan untuk mengelompokkan penduduk masuk penduduk miskin atau tidak miskin. Teknisnya bisa dilihat dari rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah GK atau tidak. Standar GK yang digunakan Rp 362.700 perkapita perbulan untuk tahun 2017 menjadi Rp 389.973 perkapita perbulan di tahun 2018. ‘’Itulah dasar penghitungan kami,’’ aku Sriwiyana.

Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, terdapat 3 indikator kemiskinan yang digunakan. Pertama, Head Count Index (HCI-P0) yaitu persentase penduduk yang berada dibawah GK. Kedua, indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) yang merupakan rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap GK. ‘’Terakhir Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2, red) yang memberikan gambaran mengenai penyebaran penduduk miskin,’’ tutup Sriwiyana.

Data dihimpun, dari 3 indikator itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebong pada tahun 2018 menunjukkan P0 menurun. Dari 11,83 persen pada tahun 2017 menjadi 11,59 persen di tahun 2018. Namun untuk P1 meningkat dari 1,46 persen menjadi 1,63 persen. Sedangkan P2 menurun  dari 0,39 persen menjadi 0,33 persen.(sca)

Berita Lainnya

Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Naskah Unas

PELABAI – Kendati sudah 2 tahun diusut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong belum juga menetapkan tersangka ...

error: Content is protected !!