Sabtu , 20 Juli 2019
Home / Metropolis / Enam Tahun Perda Mandul, PAD Tempat Rekreasi Nihil

Enam Tahun Perda Mandul, PAD Tempat Rekreasi Nihil

BENGKULU – Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga yang sudah dibuat tahun 2012 lalu, tampaknya belum juga diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu hingga saat ini. Alhasil, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sketor ini pun masih kosong.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales menilai, Pemkot perlu membuat formula khusus mengenai status kawasan tempat reakreasi kawasan Tapak Paderi dan eks. Taman Remaja tersebut. Guna menghasilkan PAD murni dari sektor tersebut.

“Perda yang dibuat itu terkesan mubazir. Jadi perlu formula khusus dulu dari pemkot, dalam menjalankan Perda Retribusi Tempat Reakreasi dan Olahraga itu. Salah satunya menerapkan pemberlakuan retribusi itu harus ada timpal baliknya, kita harus menyediakan sarana dan prasana yang lengkap. Karena fasilitas yang ada di tapak paderi pun sangat minim.” terangnya.

Menurut Suimi, Kota Bengkulu sering disebut sebagai kota tujuan wisata yang dikenal dengan indahnya kawasan pantai. Namun selama ini keberadaan kawasan wisata yang dimiliki Kota Bengkulu belum digarap maksimal oleh pemerintah daerah untuk benar-benar menjadi tujuan wisata.

“Beberapa fasilitas yang harus dilengkapi seperti toilet, pengaturan pintu masuk dan keluar areal wisata, pos keamanan, shelter wisatawan, pos pemungutan retribusi dan lain-lain. Masa misalnya pengunjung yang datang ke tapak paderi hanya sekedar melihat ombak, ataupun di taman remaja hanya melihat patung binatang saja,” ungkapnya.

Senada disampaikan Angggota DPRD kota lainnya, Hamsi menuturkan, Apabila Kota Bengkulu serius ingin menjadi salah satu kota tujuan wisata. Untuk mewujudkannya, syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah tersedianya sarana dan prasana yang memadai. Sehingga pengunjung merasa nyaman ketika berkunjung.

“Ke depan Pemkot harus mencari formula khusus mencari solusi yang terbaik. Untuk bisa menawarkan kawasan tapak paderi dan pantai panjang itu supaya benar-benar menghasilkan potensi PAD. Karena kalau tempatnya masih semrawut diminta bayaran, nanti masyarakat tidak mau berkunjung. Tidak seimbang dengan apa yang mereka keluarkan,” jelasnya.(new)

Berita Lainnya

Anggaran Lampu Jalan, Tambah  Rp 10 Miliar

BENGKULU – Program terang menderang lampu jalan wilayah Kota Bengkulu tampaknya menjadi program prioritas Pemerintah ...

error: Content is protected !!