Rabu , 27 Maret 2019
Home / Metropolis / Pejabat Jangan Sibuk Rapat di Kantor

Pejabat Jangan Sibuk Rapat di Kantor

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA meminta para pejabatnya tidak hanya sibuk rapat di kantor. Harus lebih responsif dalam menangani sebuah permasalahan. Saat ini menurutnya tidak bisa lagi hanya rapat di dalam ruangan.

Harus bergerak turun ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dalam sebuah permasalahan. Sehingga progress sebuah pekerjaan bisa lebih cepat dan terukur. Apabila perlu, setiap titik nol sebuah pekerjaan kepala organisasi perangkat daerah harus hadir melihatnya. “Saya sendiri akan hadir di sana,” kata Rohidin.

Termasuk persiapan pembangunan lima titik gapura di perbatasan Provinsi Bengkulu. Dia sudah memerintahkan untuk mencari konsultan. Untuk melihat seperti apa perencanaan konstruksinya, baik itu model dan motifnya. Sehingga gapura yang akan dibangun itu memang refresentatif Bengkulu. “Saya minta data perbatasan Mukomuko- Padang, Lampung-Kaur, Manna- Pagar Alam, Kepahiang- Empat Lawang, Lubuklinggau-Curup. Saya bikin gapura sehingga bisa terlihat lebih refresentatif,” katanya.

Dia menjelaskan SiLPA tahun 2018 saat ini turun jauh. Bicra progress dikatakan bagus belum, namun ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Dia menjelaskan, dirinya tidak konsen pada penyerapan anggaran. Tapi lebih pada memastikan anggaran ketika dikeluarkan outputnya jelas. Kemudianoutcome nya bisa bisa dimanfaatkan masyarakat. “Jangan sampai apa yang kita bangun apa yang kita rencanakan direnovasi lagi,” terangnya.

Penyerapan anggaran memang targetnya tinggi, tapi menurut Rohidin itu bukan menjadi hal utama baginya. “Paling tidak serapan anggaran naik 5 persen. SiLPA turun Rp 100 miliar. Kita kerja keras dengan kawan-kawan memastikan anggaran outcomenya benar-benar jelas. Sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pemprov Bengkulu juga saat ini tengah menrencanakan pengelolaan kawasan Danau Dendam Tak Sudah. Di danau itu akan dibangun jalan dua jalur, kemudian dibuat rest area dan jogging track. Dengan adanya rest area itu, pedagang tidak lagi berjualan di pinggir jalan. “Anggarannya berapa, ini tahapan perancanaan. Tahun berapa selesai. Sehingga tidak bisa dipotong nantinya siapapun (menjabat gubernur) itu dia meneruskan pembangunan Danau Dendam Tak Sudah. Karena itu bukan kebutuhan kita, tapi kebutuhan daerah,” terangnya.(del)

Berita Lainnya

Tangkal Bibit Radikalisme dan Anti Pancasila Sejak Dini

BENGKULU–  Menangkap faham radikalisme dan anti pancasila harus dilakukan sejak dini. Hal tersebut dapat dilakukan melalui lembaga ...

error: Content is protected !!