Jumat , 21 Juni 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Penanganan RSUD Lamban, Pasien Meninggal Dunia

Penanganan RSUD Lamban, Pasien Meninggal Dunia


ARIE/RB
DIRAWAT: Pasien atas nama Suroso saat menjalani perawatan di RSUD Kepahiang, kemarin (2/1

KEPAHIANG – Lantaran lambannya penanganan dari pihak RSUD Kepahiang, salah seorang pasien penderita pembengkakan rongga leher,  Suroso (51), warga Desa Kutorejo Kecamatan Kepahiang, akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB, kemarin (2/1). Sebelumnya Suroso menjalani perawatan sudah 2 hari di RSUD Kepahiang.

Diungkapkan Suganto (58), sepupu pasien, bahwa pasien telah meninggal dunia. “Iya meninggal dunia di RSUD, dan saat ini sedang dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap Suganto seraya menyebut rumah duka di Desa Kutorejo.

Informasi yang dihimpun RB, pasien Suroso sudah sekitar 6 bulan menderita sakit. Namun baru 1 bulan terakhir kondisinya cukup parah. Oleh pihak keluarganya, pada 31 Desember lalu pasien dibawa ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan perawatan. Namun dikarenakan dokter yang menanganinya sedang libur tahun baru, pasien belum dapat penanganan medis, sehingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu Humas RSUD Kepahiang, H. Tajri Fauzan SKM, MM ketika dikonfirmasi mengatakan, pasien tersebut menderita kanker, dan keadannya sudah sangat parah. Atas usulan secara lisan dari Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati, pasien tersebut tetap dirawat di RSUD Kepahiang kendati tidak memiliki BPJS.

“Pertolongan yang kita berikan sudah semaksimal mungkin. Karena seharusnya yang menangani pasien adalah dokter spesialis kanker atau di RS Kanker. Untuk diketahui semua biaya itu menjadi tanggungan RSUD Kepahiang. Jadi kalau RS masih salah ya nggak tahu lagi. Perkara libur RS tidak libur, kan dokter piket tetap ada,” ungkap Tajri.

Disisi lain Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati,  S.Sos yang mengetahui kejadian ini, menyayangkan sikap RSUD Kepahiang yang lamban dalam menangani setiap pasien. Netti mengakui bahwa ini bukan kejadian pertama terjadi di RSUD Kepahiang. Ia meminta pihak RSUD Kepahiang agar segera membenahi sistem pelayanan yang ada.

“Pada dasarnya soal ajal memang ini kuasa tuhan. Kita tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. Namun kita mengimbau kepada pihak RSUD Kepahiang, agar ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Wabup.

Selain itu Wabup juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak menganggap remeh pengurusan BPJS, karena hal ini sangat penting jikalau terjadi hal-hal darurat dalam konteks kesehatan masyarakat.

“Kita juga imbau kepada masyarakat, yang belum mengurus BPJS agar segera mengurusnya. Jangan sampai nantinya ketika keadaan darurat medis, menjadi terkendala lantaran alasan tidak memiliki BPJS dan tidak memiliki biaya pengobatan,” terang Wabup.

Dewan Berang

Melihat banyaknya polemik yang terjadi terkait pelayanan di RSUD Kepahiang, Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, SP, MM pun akhirnya angkat bicara. Menurutnya persoalan pelayanan seperti ini harusnya sudah bisa dibenahi oleh RSUD Kepahiang, dengan belajar dari pengalaman yang pernah terjadi.

“Harusnya hal ini tidak boleh terjadi lagi. Soal pelayanan publik ini adalah hal yang paling utama yang harus diprioritaskan. Kami berharap Pemkab Kepahiang bisa mengambil tindakan atas seringnya terjadi polemik pelayanan di RSUD Kepahiang ini,” ketus Edwar.(sly)

Berita Lainnya

Jelang Lelang Jabatan, 4 Kadis Dimutasi

KEPAHIANG – Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU, siang tadi kembali melakukan mutasi ...

error: Content is protected !!