Rabu , 19 Juni 2019
Home / Metropolis / Warga Boleh Kelola Taman Pusat Buday

Warga Boleh Kelola Taman Pusat Buday

HAKIM/RB
PERESMIAN: Wakil Walikota Dedy Wahyudi meresmikan Taman Budaya di kawasan Tanjung Agung kemarin.

BENGKULU – Taman Pusat Budaya yang baru saja selesai dibangun dengan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar bantuan dari pusat, kemarin (2/1) diresmikan Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi, SE, MM. peresmian ditandai dengan pemecahan kendi di depan plank nama taman tersebut.

Dalam kesempatan itu Wawali Dedy Wahyudi menyampaikan, bahwa pengelolaan taman ini akan diserahkan ke masyarakat setempat. Seperti diserahkan kepada Karang Taruna, Risma atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada didaerah ini. “Jadi silakan masyarakat setempat mengelolanya tapi jangan gaduh nanti, harus dijaga betul taman ini agar tetap terawat indah,” ujar Dedy.

Dedy menambahkan, taman pusat budaya ini bisa mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di Kota Bengkulu, sebab dimana di wilayah Tanjung Agung ini, kebudayaan Lembak masih sangat kental. “Tentunya kita berharap taman pusat budaya ini bisa melestarikan kebudayaan yang masih sangat kental tersebut,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Dedy, pada tahun anggaran 2019 ini akan dikucurkan dana kelurahan. Ia berharap kelurahan setempat bisa mengalokasikan pemnbangunan taman tersebut agar lebih cantik. “Tolong untuk menjaga taman ini agar terawat dengan baik. Jualan nanti jangan di dalam, tapi di luar taman. Bisa nanti belajar sama LPM yang ada di Berkas. Karena kalau ini dirawat dengan baik, maka roda ekonomi masyarakat juga bisa berputar lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bapelitbang Kota Bengkulu, Drs. Riduan MSi mengatakan, taman pusat budaya ini merupakan program Kota Pusaka. Artinya pembangunan tersebut adalah bagian komitmen pemerintah dalam pembangunan kota pusaka didaerah ini. “Apalagi untuk mengikuti program ini ada beberapa tahapan yaitu pengajuan proposal sampai pembangunan teknis dan replikasinya,” katanya.

Riduan menuturkan, ada dua kawasan kota pusaka di Bengkulu. Yakni kawasan Kampung Cina dan kawasan Tanjung Agung ini. “Kalau dulunya Pusat Taman Budaya Tanjung Agung ini adalah eks.SDN 64 Kota Bengkulu yang tidak dipakai lagi. Dan saat ini berubah menjadi taman,” tukasnya.(new)

Berita Lainnya

Paripurna DPRD Memanas, Banjir Interupsi

BENGKULU- Rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan ...

error: Content is protected !!