Sunday , 20 January 2019
Home / Daerah / Kaur / Warga Tutup Jalan Menuju Pasar

Warga Tutup Jalan Menuju Pasar

ALBERTUS/RB
TUTUP: Karena rebutan lahan parkir, jalan umum ini ditutup warga. Alhasil, kendaraan yang akan menuju pasar tidak bisa melintas.

KOTA BINTUHAN – Lantaran rebutan lahan parkir dalam satu keluarga, jalan menuju pasar di Nasal tepatnya di Desa Pasar Baru ditutup oleh warga yang mengaku pemilik lahan. Akibatnya warga dan pengunjung pasar saat ini tidak bisa melintas karena jalan ditutup oleh keluarga Bahrujes.

Penutupan dilakukan pada Selasa sore (1/2) lalu. Bahrujes warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan itu, merasa kesal karena pengajuan mengelola lahan parkir dekat pasar yang diusulkannya tidak diterima Dinas Perhubungan. Alasannya, menantu Bahrujes yang tinggal di sekitar pasar telah lebih dahulu mendapatkan izin pengelolaan parkir di pasar tersebut.

“Saya ini menghibahkan tanah untuk jalan sebagian pasar, namun saya tidak mendapatkan lahan parkir. Sementara kata pihak Dinas Perhubungan tutup saja atau tanami singkong saja jalannya. Makanya saya tutup jalan ini karena ini jalan saya dan belum saya hibahkan,” kata Bahrujes kepada RB.

Menurut Bahrujes, tanahnya yang dipergunakan untuk jalan selama ini lebarnya sekitar 8 meter dengan panjang sekitar 30 meter. Memang tidak masuk dalam sertifikat lahan rumah miliknya yang ada di sebelah jalan. Namun dirinya mengaku punya SKT terhadap jalan tersebut. Terpisah, Anda yang merupakan menantu Bahrujes dan masyarakat sekitar juga mempunyai bukti kalau jalan tersebut bukan hibah dari Bahrujes. Bahkan warga menunjukan peta pada tahun 1995 dan dikuatkan pada tahun 1999 saat pembangunan revitalisasi pasar kecamatan Kabupaten Bengkulu Selatan saat itu.

Dengan bukti yang ada warga berharap keluarga Buhrujes dapat membuka kembali jalan tersebut. Karena kalau sampai tidak dibuka, maka warga sendiri yang akan berhadapan dengan keluarga tersebut dengan bukti yang ada.

“Pada saat pembuatan jalan dan pasar ini tahun 1995, rumah Buhrujes belum ada. Dari mana mereka bisa mengakui kalau tanah itu miliknya. Apalagi dalam sertifikat rumahnya berbatasan dengan jalan. Kita berharap jalan dapat dibuka secepatnya karena banyak warga yang melintasi jalan tersebut,” kata Johardin warga sekitar kepada RB di lokasi pasar kemarin.

Sementara itu pihak Desa Pasar Baru yang dikonfirmasi mengakui tidak mengetahui status jalan tersebut. Namun pihaknya sudah memanggil pihak keluarga Buhrujes terkait soal penutupan jalan. Namun mereka tetap ingin menutup jalan karena kecewa tidak dapat lahan parkir di pasar tersebut.

“Kalau status jalannya jalan desa atau jalan kabupaten saya belum tahu pasti. Karena saya tidak tahu sejarahnya, namun sudah kita panggil namun pihak yang menutup jalan tetap belum mau membuka pagar jalan,” terang Kades Pasar Baru Kecamatan Nasal Edwarsyah saat dijumpai kemarin.

Kapolres Kaur, AKBP. Arief Hidayat, S.IK melalui Kapolsek Nasal, Iptu. Yana Rohyana mengakui telah melakukan pendekatan agar jalan bisa dibuka. Kendati ada jalan lain, namun jalan untuk truk yang masuk pasar hanya bisa menggunakan jalan utama yang saat ini ditutup.

“Kita sudah coba untuk mediasi, namun tidak mau dan kita harapkan pihak pemerintah dalam hal ini OPD terkait dapat turun dan menyelesaikan persoalan ini,” kata Iptu. Yana Rohyana. (cik)

Berita Lainnya

367 Persil Sertifikat Lahan Trans Tj Agung Dibagikan

KOTA BINTUHAN – Warga Trans Tanjung Agung kini lega. Sertifikat kepemilikan lahan mereka sudah keluar ...