Rabu , 27 Maret 2019

YUNIKE/RB
ANTREAN: Warga sedang mengantre perekaman e-KTP di Dinas Dukcapil Kota Bengkulu kemarin (3/1).

BENGKULU – Sebanyak 5.845 data kependudukan milik warga Kota Bengkulu terancam diblokir. Pemblokiran bagi wajib e- KTP yang belum melakukan perekaman ini bisa saja terjadi tahun ini, apabila Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI merealisasikan imbauannya melalui surat edaran ke kabupaten/kota, yang akan memblokir data warga yang tidak melakukan rekam e-KTP.

“Rencana penonaktifan data khususnya untuk usia 23 tahun ke atas. Sanksi dari Kemendagri, karena dianggap mengabaikan. Untuk di Kota Bengkulu masih ribuan yang belum merekam,” ujar Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu Nofri Andrianto, S.STP, M.Si.

Dijelaskan Nofri, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pemblokiran terhadap ribuan warga yang belum melakukan perekaman e-KTP, karena menunggu instruksi kembali dari kemendagri. Rencananya pada 7 Januari ini, pihaknya  akan berkoordinasi ke Kemendagri terkait hal tersebut. “Kita belum tahu teknisnya seperti apa. Apakah diserahkan ke masing-masing daerah untuk memblokirnya atau kemendagri langsung melalui sistem,” bebernya.

Nofri menambahkan, dari target wajib e-KTP di Kota Bengkulu sebanyak 257.868 jiwa, 252.023 diantaranya sudah melalukan rekam e-KTP atau sekitar 97,73 persen. Dengan kata lain masih tersisa 5.845 wajib e-KTP lagi belum melakukan perekaman. Sementara untuk cetak e-KTP sendiri sudah melebihi target sebanyak 267.446 atau 103,71 persen. “Kenapa bisa over target, karena ada individu yang mencetak 1-2 kali. Bisa karena hilang, atau perubahan data lainnya,” demikian Nofri. (key)

Berita Lainnya

Tangkal Bibit Radikalisme dan Anti Pancasila Sejak Dini

BENGKULU–  Menangkap faham radikalisme dan anti pancasila harus dilakukan sejak dini. Hal tersebut dapat dilakukan melalui lembaga ...

error: Content is protected !!