Selasa , 17 September 2019
Home / Breaking News / Semrawut Lagi, Dewan Sindir Pemda Kota Bengkulu Agar Tidak Setengah Hati Menata Pasar Panorama

Semrawut Lagi, Dewan Sindir Pemda Kota Bengkulu Agar Tidak Setengah Hati Menata Pasar Panorama

BENGKULU– Kondisi kawasan pasar tradisional yakni Pasar Panorama terus menjadi sorotan saat ini. Sebab kondisi pasar secara perlahan mulai kembali semrawut dan terkesan masih setengah hari dalam penataan pasar selama ini.

Pantauan RB, kondisi kawasan Pasar Panorama di Jalan Kedondong dan Belimbing kembali semrawut. Bahkan kondisi didepan pos jaga Satpol PP dan Kantor Pos Damkar di Pasar Panorama malah ada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berani membentang lapak dagangan mereka. Meskipun sudah menertibkan, namun terkesan penertiban tidak tegas lantaran hanya sekedar memberikan peringatan.

“Penataan pasar panorama itu jangan terkesan setengah hati. Harus ada tindakan tegas.  Terutama pihak terkait itu jangan tutup mata melihat kondisi pasar di kota Bengkulu yang tidak tertata rapi ini. Perlu gebrakan dalam menata kawasan pasar tradisional itu supaya rapi bertahan lama,” kritik Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Rena Anggraini, SP.

Diungkapkan Rena, kondisi kawasan Pasar Panorama terhadap pedagang bandel yang masih berjualan diatas trotoar hingga sampai ke badan jalan harus ada tindakan tegas bukan sekedar memberikan peringatan. “Perlu ada langkah tegas dan konkret. Bukan sekedar hanya memperingati pedagang bandel saja. Karena bagaimanapun pedagang yang berjualan sembarangan itu harus ditertibkan, dan harus bisa diberikan pengertian bahwa trotoar itu untuk pengguna jalan,” tambahnya.

Selain itu menurut Rena, penertiban terhadap pedagang yang berjualan secara sembarangan dibadan jalan,  sudah merupakan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota Bengkulu selaku penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Seharusnya juga tidak ada alasan bagi Satpol PP untuk tidak menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan secara semberangan itu. Karena tugas Satpol PP kan sebagai penegak perda, jadi harus konsisten dan benar-benar ditegakkan betul perda itu,” tegasnya.

Senada disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman mengatakan, bila tidak ada tindakan tegaas dalam penertiban terhadap pedagang yang berjualan dibadan jalan dan diatas trotoar, maka akan timbul pertanyaan dari berbagai kalangan.  Bahwanya kuat dugaan ada permainan dilakukan oleh oknum tertentu.

“Karena kalau petugas tegas, dengan razia setiap saat. Tentu tidak berani pedagang jualan sembarangan itu. Maka dari itu juga petugas harus melakukan pengawasan ketat disejumlah pasar tradisional dilapangan,  supaya tidak mengulang menjamur lagi, mengakibatkan jalanan macet,” terangnya. (new)

 

 

Berita Lainnya

PPATK Lansir Bengkulu Masuk Wilayah Rawan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.

BENGKULU– Provinsi Bengkulu masuk dalam 10 wilayah berisiko tinggi untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) ...

error: Content is protected !!