Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Metropolis / Soal Janji Bus Angkut Pegawai Ditagih

Soal Janji Bus Angkut Pegawai Ditagih

TERPAKIR: Bus pelajar milik Pemerintah Kota (Pemkot) setiap harinya jarang beroperasi selalu terparkir di halaman Kantor Walikota. (foto : wahyu/rb)

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan mengaktifkan jalur bus pelajar untuk kalangan pegawai Pemkot terus ditagih. Lantaran di kawasan Bentiring masih sulit mencari angkot, bahkan hingga kemarin (4/1), bus untuk pegawai yang dijanjikan itu tak kunjung ada.

Dari pantauan RB, enam bus pelajar yang berada di halaman kantor walikota tampak jarang beroperasi. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah pegawai berharap agar Pemkot mengaktifkan bus pelajar untuk sarana transportasi bagi pegawai yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Dulu katanya kalau kantor Walikota sudah pindah ke Bentiring mau aktifkan bus pelajar untuk transportasi gratis bagi pegawai. Tapi sampai kini belum ada tandanya. Padahal kami pegawai ini jarak rumahnya sangat jauh, ada yang di Pagar Dewa, Bumi Ayu, dan Sukarami. Jadi kami kesulitan untuk transportasi yang sangat terbatas sekali. Sebab disini angkot cuman ada warna hijau,” ujar Si salah satu pegawai Pemkot.

Dikatakan Si, saat ini sejumlah pegawai yang tidak memiliki kendaraan terpaksa lebih memilih naik ojek untuk antar jemput ke kantor, lantaran alat transportasi sangat susah ditemui di kawasan Bentiring.

“Memang ada bus sekarang ini kita lihat hanya terparkir saja, dan itu juga tidak jelas kebutuhannya seperti apa hingga saat ini belum jelas juga. Kalau memang mau jalankan bus itu ya harusnya pegawai yang tidak memiliki kendaraan ini didata seluruhnya. Jadi enak ketika pergi dan pulang bisa serentak semuanya,” ungkapnya.

Senada disampaikan pegawai pemkot lainnya, Nh (37) menilai, pihaknya sangat mengharapkan perhatian khusus dari Pemkot terhadap masalah alat transportasi tambahan di kawasan Bentiring tersebut. “Sebagai pegawai kami mengharapkan perhatian khusus dari pak walikota terhadap pegawai yang tidak memiliki kendaraan. Paling tidak, jika belum bisa menambah jalur angkutan kota tambahan, ada baiknya kendaraan angkutan khusus bagi pegawai pemkot yang betul betul direalisasi. Karena sejauh ini penggunaan bus itu juga belum jelas seperti apa,” bebernya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Suimi Fales mengungkapkan, sebaiknya memang bus pelajar yang ada di halaman kantor walikota tersebut dimanfaatkan untuk kalangan pegawai dan pelajar yang membutuhkan transportasi umum. Sebab di kawasan Bentiring hanya ada satu warna angkutan kota (angkot) yang masuk.

“Jadi ketimbang bus itu jarang beroperasi dijalanan. Sebaiknya dimanfaatkan saja untuk kalangan pegawai dan pelajar yang membutuhkan. Karena kasian juga bagi pegawai yang tidak memiliki kendaraan pribadi itu, mereka jauh bekerja dari rumahnya menuju ke kantor tentu memberatkan,” beber Suimi.

Selain itu sambung Suimi, ke depan pemkot perlu merevisi jalur trayek sejumlah angkutan kota (angkot) tersebut. Sebab trayek yang ada saat ini sudah berlaku lama tidak mengikuti perkembangan zaman. “Seperti diketahui kota kita terus berkembang. Bahkan sejumlah perumahan saat ini sudah sangat padat, tentu untuk jalur juga perngaruh. Sebab selama ini kita  kesulitan mencari alat transportasi, karena keterbatasan angkutan umum yang melintas,” ugkapnya.(new)

Berita Lainnya

Dewan Ingatkan Serapan Anggaran OPD

BENGKULU – Memasuki pembahasan KUA-PPAS rancangan APBD 2020, DPRD Kota Bengkulu meminta agar Organisasi Pemerintah ...

error: Content is protected !!