Sunday , 20 January 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Desa Embung Ijuk Kabupaten Kepahiang Entry Point Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

Desa Embung Ijuk Kabupaten Kepahiang Entry Point Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

BERSAMA: Bupati Kepahiang, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM saat tiba di Desa Embung Ijuk, Minggu (6/1). (foto : arie/rb)

KEPAHIANG– Tahun 2019 Kabupaten Kepahiang resmi mendapatkan bantuan Program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari pemerintah pusat. Dan Desa Embung Ijuk Kecamatan Bermani Ilir merupakan entry point (titik awal) dari masuknya program ini.

Peresmian program LTSHE dilakukan Minggu (6/1), dan dihadiri langsung Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM dan Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Prof. Dr. Akhmad Syaroza.

Dalam peresemian tersebut, Bupati mengungkapkan program LTHSE ini diprioritaskan pertama untuk 5 desa di Kecamatan Bermani Ilir dan Muara Kemumum. Untuk jumlah lampu tenaga surya yang akan dipasang di lima desa ini jumlahnya bervariasi mulai dari 50 hingga 75 titik untuk setiap desa.

“Program ini merupakan langkah awal dari pra elektrifikasi sebelum nantinya jaringan listrik masuk ke desa. Kita harapkan melalui program ini bisa membantu penerangan di desa-desa yang belum teraliri listrik,” terang Bupati.

Disisi lain Bupati juga berharap program ini bisa menjadi langkah awal untuk menuntaskan permasalahan yang ada di desa terkait aliran listrik. Ia juga memberikan target khusus dibawah kepemimpinannya di Kabupaten Kepahiang, tidak ada lagi desa yang belum teraliri listrik.

“Kita akan terus berupaya mengalirkan listrik ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepahiang ini. Kendati bertahap namun kita yakin semua desa akan segera teraliri listrik,” jelas Bupati.

Terpisah Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Dr. Akhmad Syahroza jumlah potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia berada di angka 11.073 MW dengan jumlah cadangan energi mencapai 17.435 MW. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk salah satunya Kabupaten Kepahiang.

“Dari jumlah energi yang kita miliki saat ini, baru 1.948,5 MW atau 11,7 persennya yang termanfaatkan hingga Oktober 2018 lalu. Sementara target kita di tahun 2018 ini adalah sebanyak 2.058,5 MW, guna mencapai target jangka panjang kita di tahun 2025 sebanyak 23 persen,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kabupaten Kepahiang yang memiliki ketinggian wilayah 400-700 mdpl, ternyata menyimpan banyak cadangan energi panas bumi yang potensial. Hal ini tampak dari hasil survey Geofisika yang dilakukan Kementerian ESDM, dimana cadangan energi panas bumi yang dimiliki Kabupaten Kepahiang mencapai 325 Mega Watt (MW). (sly)

Berita Lainnya

Usulan Perekaman E-KTP Meningkat

KEPAHIANG – Jelang perhelatan Pemilu 2019 mendatang, jumlah masyarakat yang mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan ...