Jumat , 26 April 2019
Home / Breaking News / Lelang Jabatan Lurah dan Camat Dimulai, Hasil Edijab Ikut Tentukan Penempatan

Lelang Jabatan Lurah dan Camat Dimulai, Hasil Edijab Ikut Tentukan Penempatan

KOOORDINASI: Wakil Walikota saat konsultasi ke KemenPAN-RB terkait rencana lelang jabatan camat dan lurah. (foto : ist/rb)

BENGKULU – Jelang mutasi besar-besaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai dari eselon II, III dan IV, tim Baperjakat Pemkot hingga kemarin, masih mempersiapkan keseluruhannya. Bahkan terbaru penilaian pejabat juga tidak hanya dari hasil uji kompetensi saja, melainkan hasil evaluasi diri dan jabatan (Edijab) sebagai bahan pertimbangan penempatan pejabat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd memastikan mutasi bisa saja dilakukan kapanpun. Namun ia belum bisa memastikan jadwal kepastian mutasi, lantaran saat ini masih dalam pengkajian Baperjakat dan Wwlikota yang mempunyai wewenang tinggi.

Ia menilai kinerja pejabat Pemkot terus dievaluasi dan walikota yang mempunyai wewenang tinggi.  “Tugas kita (baperjakat) menyiapkan untuk kemudian kita laporkan ke atasan. Yang jelas selain dari uji kompetensi yang dilihat. Hasil dari edijab itupun juga kita lihat sebagai bahan pertimbangan kita. Tapi yang perlu diingat, pada prinsipnya bahwa  mutasi itu juga kebutuhan organisasi pemerintahan,” terang Marjon.

Ia menambahkan, bahwa metode evaluasi yang digunakan kali ini berbeda dari sebelumnya, karena masing-masing ASN yang menjadi bawahan akan diberikan kuisioner dalam menilai secara langsung atasannya.  “Sistem yang dijalankan yakni bawahan akan menilai atasan, kalau eselon II dinilai oleh eselon III, dan eselon III dinilai eselon IV. Sedangkan eselon IV dinilai oleh staf yang bersangkutan. Untuk melihat sejauh mana pejabat itu memimpin suatu OPD tersebut,” terangnya.

Apalagi lanjut Marjon, mutasi tersebut bukan merupakan hal yang menakutkan. Sebab hal ini merupakan penyegaran dari struktur organisasi dan termasuk bagian dari evaluasi Pemkot.  “Jabatan itu merupakan amanah dan kepercayaan. Ketika kita dipercayai menduduki jabatan itu. Maka kita harus bekerja dengan maksimal dan terus bekerja untuk mencapai target,” bebernya.

Terkait isu mutasi yang tengah merebak saat inipun, sebagian pejabat mulai tidak konsentrasi lagi dalam pekerjaannya dan tidak optimal dalam melaksanakan pekerjaannya. Bahkan sejumlah pejabat kota mengaku juga bingung melakukan pekerjaannya yang seharusnya sudah dikerjakan saat ini.

“Ya kita khawatirnya mutasi dilakukan secara mendadak, sedangkan kita saat ini juga sedang sibuk menyusun program untuk awal tahun depan, jadi cukup repot,” kata salah satu pejabat pemkot yang mewanti-wanti enggan dituliskan namanya ini.

Sumber terpercaya RB, beberapa camat dan lurah dikabarkan akan dimutasi, untuk nama-namanya masih dirahasiakan oleh tim baperjakat Pemkot Bengkulu. Sementara beberapa pejabat yang akan terkena mutasi roling jabatan, seperti yang mencuat dikalangan pejabat pemkot adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Syarifuddin, akan diroling dengan Staf Ahli Walikota Tony Elfian, lalu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Eddyson akan diroling Staf Ahli Walikota Hilman Fuadi.

Kemudian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Syanurbi akan diroling dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Herman.  Termasuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Drs. Bardin kabarnya akan diganti dengan pejabat dari luar daerah Kota Bengkulu yang namanya masih dirahasiakan.

Lelang Lurah dan Camat Dibuka

Sementara itu, tahapan lelang terbuka jabatan lurah dan camat di Kota Bengkulu direncanakan dimulai pertengahan Januari ini. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bengkulu diberi kesempatan yang sama untuk melamar menjadi lurah dan camat. Pola lelangnya terbilang baru, merupakan bagian dari inovasi birokrasi.

Dikatakan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi, SE, MM, untuk memastikan inovasi ini tidak menabrak aturan, pemkot sudah konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Kunjungan pemkot diterima Asdep Kebijakan dan Pelayanan Publik Wilayah I, Noviana Andrina, SH, MAP. Pihak kemenPAN-RB sendiri ikut mendukung rencana lelang jabatan lurah dan camat dengan pola gabungan sistem seleksi terbuka eselon II dan pilkada.

“Asdep tampak sangat respek ketika kami mempresentasikan rencana ini. Dan menurut dia, ini baru pertamakali se Indonesia. Malah menyarankan agar mengundang menteri PAN-RB ke Bengkulu agar bisa ikut terlibat,” ujar Dedy.

Meskipun lelang terbuka, namun prosesnya menurut Dedy tidak boleh melanggar aturan kepegawaian seperti diantaranya syarat kepangkatan. Selain syarat administratif, seorang calon lurah/camat  diutamakan memiliki pengalaman kepamongan, atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan. “Bagaimana mungkin lurah, camat akan merakyat, jika tidak pernah hadir di acara kematian atau pernikahan warga,” bebernya.

Tahapan lelang nantinya dimulai dengan memasukkan berkas lamaran secara online, karena lurah dan camat zaman sekarang menurut Dedy harus melek teknologi digital. Kemudian dilakukan seleksi administrasi. Lulus berkas persyaratan, lanjut ke tahap berikutnya mengikuti test tertulis sistem CAT yang hasilnya langsung diketahui saat itu juga. Lalu ditentukan bakal 10 calon lurah dan camat masing-masing kecamatan/kelurahan.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan, narkoba seperti halnya calon walikota dan wakil walikota.

Kemudian dari 10 camat dan lurah ini dipilih 5 terbaik untuk masing-masing kecamatan dan kelurahan. Untuk calon lurah, mereka harus memaparkan visi dan misi dan program di hadapan seluruh ketua RT, Ketua RW, Ketua LPM, Ketua Adat, Imam, Tokoh masyarakat dan lainnya. Dari pemerintahan, tim Baperjaket sebagai panelisnya dengan berlokasi dimasing-masing balai/kantor kecamatan/kelurahan.

Begitu juga dengan calon camat juga diadakan debat publik dan pemaparan visi misi serta program kerja. Panelisnya dari Baperjakat dan disaksikan oleh seluruh ketua RT/RW di kawasan tersebut, Ketua adat, Ketua LPM, Lurah dan Tokoh masyarakat.

Setelah melalui tahapan seleksi cukup panjang dan ketat, lanjut Dedy, disaring 3 besar dari 5 calon camat/lurah tadi. Nama-nama 3 besar inilah yang akan diajukan ke walikota. Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), walikota menentukan siapa terbaik dari ketiga calon tersebut.  Dedy menambahkan, seorang lurah dan camat terpilih terpilih harus benar-benar tangguh. Waktunya 1×24 jam benar-benar untuk mengurusi rakyat, bukan pejabat administratif yang menghabiskan waktu hanya di belakang meja.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu, Imran Hanafi mengapresiasi rencana pemkot untuk melaksanakan lelang terbuka camat dan lurah. “Seorang camat dan lurah harus menguasai lapangan, aturan-aturan juga mengayomi warganya. Prioritaskan camat dan lurah terpilih nantinya ASN yang juga berdomisili di wilayah tugasnya,” tutup Imran.  (new/key)

Berita Lainnya

Kajian Teknis View Tower Tak Kunjung Selesai

BENGKULU – Hingga saat ini nasib menara View Tower di depan Polres Bengkulu yang memiliki ...

error: Content is protected !!