Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Masyarakat Tidak Perlu Panik, RSUD Kota Tetap Layani BPJS

Masyarakat Tidak Perlu Panik, RSUD Kota Tetap Layani BPJS

BERBENAH: RSUD Kota Bengkulu terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. (foto : yunike/rb)

BENGKULU- Sejumlah rumah sakit (RS) di luar Provinsi Bengkulu, baru-baru ini mulai ramai menghentikan layanan yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akibat adanya pemutusan kerja sama. Hal ini cukup membuat masyarakat panik.

Kabid Pelayanan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dr Herly Dwi Putra, mengimbau masyarakat di Bengkulu tak perlu khawatir dan panik. Ia memastikan, tidak ada RS di Provinsi Bengkulu yang diputus kontrak kerja samanya oleh BPJS Kesehatan. Sehingga seluruh pasien peserta BPJS masih bisa dilayani di rumah sakit manapun, baik swasta maupun milik pemerintah. Pemutusan kerjasama antara RS dengan BPJS Kesehatan yang terjadi di luar Provinsi Bengkulu, karena RS tersebut tidak terakreditasi.

“Secara nasional yang terjadi itu, bukan BPJS Kesehatan yang memutuskan kerjasama, tapi merupakan amanat dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes),” ujar Herly kepada RB, kemarin.

Permenkes tersebut, sambungnya, merupakan regulasi sebagai syarat wajib bagi RS agar bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Yaitu, Permenkes Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permenkes No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. “Intinya dalam permenkes Nomor 71 tahun 2013, setelah 5 tahun dikeluarkan permenkes maka RS harus sudah terakreditasi. Dengan kata lain pada 2019 ini dimulai,” bebernya.

Herly menerangkan, untuk RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu sebenarnya masih ada 2 lagi RS belum memiliki akreditasi. Kedua RS itu adalah RS Asyifa di Kabupaten Bengkulu Selatan dan RS Bhayangkara (perpanjangan izin berlaku akreditasi) sudah memulai proses akreditasi, tinggal menunggu tim akreditasi turun. Sehingga tidak ada pemutusan kerja sama, terlebih RS Asyifa dan Bhayangkara sudah mendapat rekomendasi dari Kemenkes.

“Masyarakat peserta BPJS Kesehatan tetap bisa mendapat pelayanan di RS yang sudah bekerjasama dengan kita. Info dari cabang Curup juga, tidak ada RS diputus kontrak. Jadi tidak perlu panik,” tegasnya.

Direktur RSUD HD Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera, MM menambahkan, pihaknya sampai saat ini masih menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu. Tidak ada pemutusan kontrak, sehingga pasien peserta BPJS Kesehatan tetap bisa mendapatkan pelayanan di RSUD HD Kota Bengkulu seperti selama ini. Begitu juga di RS lainnya di Provinsi Bengkulu, tetap masih melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Untuk bisa terus bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, RS harus terakreditasi.  Dan RS kita sudah terakreditasi, jadi tidak pemutusan meskipun permenkes sudah diberlakukan tahun ini,” kata Lista.(key)

Berita Lainnya

Polemik Honor Ketua RT jangan Terulang

BENGKULU – Persoalan belum dibayarkannya honor sejumlah Ketua RT/RW triwulan kedua mendapat sorotan DPRD Kota ...

error: Content is protected !!