Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Metropolis / Pasar Kuliner Malam Sajikan Panggung Musik

Pasar Kuliner Malam Sajikan Panggung Musik

PASAR KULINER: Jalan KZ Abidin II samping kantor Telkom sudah menjadi Pasar Kuliner Malam. (foto : yunike/rb)

BENGKULU – Selain Kampung Cina, Pemkot Bengkulu menjadikan kawasan Jalan KZ Abidin II di samping Telkom sebagai pusat kuliner malam. Konsepnya, pemkot bakal menambah pedagang baru dengan tidak melupakan pedagang lama. Nantinya di kawasan ini juga bakal ada panggung band untuk pemuda.

“Tetap memberdayakan pedagang yang ada. Kemudian menambah pedagang baru. Nanti per minggu atau dwi mingguan, ada atraksi band atau ekspresi anak muda,” ujar Wawali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, MM.

Konsep Pasar Kuliner Malam ini, terang Dedy, merupakan kerja sama pemkot dengan BRI. Saat ini dari BRI sedang menyiapkan fasilitas tambahan seperti tenda dan kursi. Setelah semua siap, barulah dilaksanakan launching. “InsyaAllah beberapa waktu mendatang akan tuntas, mohon doanya,” harap Dedy.

Sementara itu menjelang launching, pedagang lama di kawasan KZ Abidin II sudah ditertibkan. Pedagang yang biasanya berjualan di pinggir jalan Soeprapto dekat simpang jalan KZ Abidin dipindahkan ke dalam, tidak boleh melebih batas gapura pasar kuliner. Hal ini menimbulkan pro dan kontra. Pedagang sendiri mengeluhkan penertiban ini dikarenakan pendapatan menurun.

“Pendapatan kita berkurang karena pembeli malas masuk ke dalam. Kawasan di dalam juga minim penerangan membuat pembeli takut untuk masuk,” keluh penjual martabak dan minuman bandrek Pieter Akbar (30)

Sementara Jamaludin warga setempat yang juga berprofesi sebagai tukang ojek ini mendukung pemkot untuk menjadikan kawasan KZ Abidin II sebagai pusat kuliner malam.

Agar wajah kota lebih rapi dan tertata, serta tidak mengganggu lalu lintas jalan Soeprapto. Pemkot juga harus tegas agar para pedagang tidak membandel dengan kembali berjualan di depan gapura. Jamaludin hanya berharap dengan keberadaan pasar kuliner ini nantinya penghasilannya sebagai tukang ojek juga meningkat.

“Memang rata-rata pedagang mengeluhkan pendapatan menurun terutama yang biasa mangkal di depan gapura, tapi lama-lama nanti pembeli akan terbiasa dan mau ke dalam,” demikian Jamaludin. (key)

Berita Lainnya

Dana Hibah Lampu Jalan Rp 22 Miliar

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mendapat bantuan hibah sebesar Rp 22 miliar untuk ...

error: Content is protected !!