Senin , 19 Agustus 2019
Home / Metropolis / Pedagang Tolak Jalan Soeprapto Satu Arah Akibatnya Penerapan One Way Terbengkalai

Pedagang Tolak Jalan Soeprapto Satu Arah Akibatnya Penerapan One Way Terbengkalai

JALAN SOEPRAPTO: Hingga kemarin (6/1) Jalan Soeprapto masih diterapkan dua jalur seperti selama ini. Tampak juga median jalan yang berada dekat masjid jamik sudah terlanjur dibongkar saat rencana ujicoba. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Rencana penerapan jalan satu arah (one way) di Jalan Soeprapto akhirnya terbengkalai. Sempat dua kali mengalami penundaan, hingga saat ini penerapannya semakin tidak jelas kapan akan dilakukan. Padahal, sejumlah median jalan yang membelah jalan di pusat pertokoan itu sudah dihancurkan oleh Pemkot Bengkulu.

Sebelumnya, one way itu akan diterapkan awal Desember 2018. Namun ditunda dan akan diujicoba saat malam pergantian tahun baru 2019. Namun lagi-lagi rencana ini batal dilaksanakan. Dari informasi diperoleh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga mengundang Satlantas Polres Bengkulu akan kembali menggelar rapat untuk membahas rencana penerapan one way tersebut. “Ya memang rencana kita kalau tidak Senin atau Selasa akan dilakukan rapat kembali dengan Polres dan Perhubungan untuk membahas masalah itu, Insya Allah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu, Syafriandi, kemarin.

Sementara itu, sejumlah pedagang di kawasan Jalan Soeprapto menolak kebijakan Pemkot Bengkulu tersebut. Karena menilai penerapan satu jalur belum efektif untuk kondisi dan situasi jalanan Soeprapto saat ini karena memang belum terjadi kemacetan. Seperti diutarakan pemilik toko Primadona, M. Saad (58).

Menurutnya, Kota Bengkulu tidak seperti kota besar yang mengalami kemacetan lalu lintas yang berarti di pusat kotanya. Bahkan, kata dia justru yang ada malah efek atau dampak negatifnya. Misalnya para pembeli yang ingin menuju kawasan Soeprapto akan menempuh perjalanan yang panjang dan cukup jauh karena harus berkeliling terlebih dahulu.

“Kami harap tunda dulu karena sekarang kan juga enggak ada macet-macet. Malah orang yang mau belanja harus jalan mutar dulu, jadi jauh dan justru khawatirnya malah pembelinya jadi sepi nanti,” terang M Saad yang sudah 30 tahun berjualan di Jalan Soeprapto tersebut.

Selain itu, tambah M Saad, jika ada masyarakat yang dari luar Bengkulu yang belum terlalu hafal jalan juga akan merasa kesulitan bila harus keliling terlebih dahulu bila ingin ke Jalan Soeprapto. Malah ujung-ujungnya, mereka enggan untuk datang nantinya.

Senada disampaikan rekannya, Umar bahwa tak hanya pembeli nantinya yang akan merasa jauh jika ingin ke Jalan Soeprapto. Mereka pedagang pun juga harus memutar jalan terlebih dahulu jika ingin kesana. “Bisa dilihat sekarang, lebih bagus tetap seperti sekarang inilah, sebaiknya jangan diterapkan sekarang, pemerintah juga harus minta pendapat para pedagang ini,” sampainya.

Pedagang lainnya, Nairah (45) juga mengaku tidak setuju dengan rencana Pemkot untuk menerapkan satu jalur tersebut. Menurutnya, justru akan menjadi ribet karena masyarakat sudah nyaman dengan kondisi jalan seperti sekarang ini. “Diyakini nanti pasti banyak yang kena tilang karena tidak tahu jalan sudah satu jalur. Kondisi pembeli juga repot harus keliling dulu dan rasa rasa banyak negatifnya deh,” demikian Nairah. (zie)

Berita Lainnya

Dewan Ingatkan Serapan Anggaran OPD

BENGKULU – Memasuki pembahasan KUA-PPAS rancangan APBD 2020, DPRD Kota Bengkulu meminta agar Organisasi Pemerintah ...

error: Content is protected !!