Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Berita utama / Soal View Tower, Gubernur Tak Mau Gegabah

Soal View Tower, Gubernur Tak Mau Gegabah

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan tidak mau gegabah mengambil keputusan terkait “masa depan” View Tower. Sehingga dia akan menjaring saran dan pendapatan dari seluruh lapisan masyarakat. Termasuk Senin (7/1) kemarin menerima pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk berdialog terkait view tower di ruang rapat Gubernur. Dengan menjaring saran dan pendapat ini, maka akan membantunya dalam mengambil keputusan terbaik terhadap menara megah milik Provinsi Bengkulu tersebut.

“Saya ingin mendengarkan aspirasi semua, baik mahasiswa tokoh masyarakat tokoh agama dan juga media. Kita tidak serta merta menghapuskan dan merubah View Tower,” terang gubernur.

Namun menurutnya ada persoalan prinsip terhadap bangunan senilai Rp 34,6 miliar tersebut. Sejak dibangun, menara ini ini tidak pernah difungsikan secara produktif. Sebagaimana fungsinya sebagai tower pemantau tsunami. Sehingga akhirnya bangunan ini terbengkalai dan terkesan tidak bisa difungsikan secara produktif. Akhirnya saat ini bangunan tersebut mulai rusak apalagi tidak ada perawatan terhadap bangunan tersebut. “Ini persoalan pertamanya. Bahwa bangunan ini tidak pernah difungsikan secara produktif,” katanya.

Kemudian yang kedua secara fisik keberadaan bangunan ini dalam posisi membahayakan. Bangunan sudah mulai rontok, materialnya sudah mulai copot. Bahkan pernah copot saat badai, material platnya terbang ditiup angin dan  pernah jatuh sampai ke Pasar Baru Koto. Dimana pasar tersebut merupakan tempat keramaian dan tempat hiburan. “Ini kan sangat membahayakan masyarakat. Coba kalau materialnya menimpa masyarakat,” katanya.

Termasuk terowongan di dalam atau dibawah menara View Tower tersebut. Saat ini kondisinya sudah sangat parah dan terendam air. Dia sendiri sangat sepakat aset View Tower ini dirawat dan dipelihara kemudian digunakan secara produktif. “Jangan-jangan temen media belum pernah masuk ke dalam terowongan itu. Masuk dulu ke dalam lihat kondisinya. Kalau sudah dilihat layak atau tidak dipertahankan,” katanya.

Jika diputuskan bangunan ini dipelihara dan direhab, dia memprediksi biayanya akan sama dengan membangun baru. Sebab menurutnya  konstruksi bangunan yang terbuat dari besi semua sudah berkarat. Sedangkan material kayunya sudah mulai lapuk. “Apalagi di dalam terowongan di dalam tergenang air,” katanya.

Kondisi View Tower seperti ini perlu dievaluasi secara total. “Sehingga saya senang mahasiswa datang, teman media ikut bertanya dan tokoh masyarakat ikut memberikan komentar. Nanti kita tampung semua untuk keputusan yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu kemarin, pengurus IMM diterima oleh Gubernur di ruang rapatnya. Kepada media, Ketua PC IMM Kota Bengkulu  Jaka Dernata mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan saran pada Gubernur. Bahwa pembangunan perlu berkesinambungan kedepannya. Bangunan yang sudah didirikan pemerintah sebelumnya tidak perlu dirobohkan. Tetapi diperbaiki dan rehab kembali. Sehingga orang luar dan masyarakat Bengkulu bahwa baik dari sistem pemerintahan pembanguna dilakukan secara keberlanjutan. “Saran kami bahwa view tower tersebut direhab kembali kemudian difungsikan sebagaimana mestinya,” terangnya.

Bukan hanya itu, IMM beranggapan bahwa wiew tower tersbeut memiliki multi fungsi. Selain sebagai lokasi pemantau tsunami juga bisa digunakan untuk lokasi wisata. “Tanpa menghilangkan fungsi yang sebenarnya,” terangnya.

Dia mengatakan, bangunan yang sudah ada harus dirawat bukan dirobohkan. Kemudian menambahkan fasilitas pelengkap. Seperti lokasi wisata harus dilengkapi dengan fasilitas dasar. Seperti toilet umum, gratis, musala yang layak dan keterjaminan transportasi atau angkutan umum untuk lokasi wisata tersebut. “Selain itu juga harus menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pungutan liar di lokasi wisata itu,” tutupnya.(del)

 

Berita Lainnya

Kelelahan Jemaah Haji Asal Kaur Meninggal di Padang

KOTA BINTUHAN – Siang ini,  Sabtu (24/8) jemaah haji asal Kabupaten Kaur tiba di Kaur. ...

error: Content is protected !!