Minggu , 24 Maret 2019
Home / Berita utama / Disinggung Bisa Nyalon Gubernur Lagi, Agusrin Angkat Bicara Soal Statusnya Sebagai Napi

Disinggung Bisa Nyalon Gubernur Lagi, Agusrin Angkat Bicara Soal Statusnya Sebagai Napi

BENGKULU – Mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin angkat bicara terkait informasi dirinya berpeluang maju dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang. Secara tersirat Agusrin menyampaikan tidak ikut bertarung dalam perebutan kursi orang nomor satu di Bumi Rafflesia ini. “Saya sadar diri, saya mantan napi,” kata Agusrin via telepon.

Agusrin mendorong kepada kandidat lain untuk memimpin Provinsi Bengkulu ke depan. Menurutnya Bengkulu bisa mendapatkan pemimpin yang lebih baik dari dirinya. Seperti informasi yang pernah dihimpun RB sejumlah kandidat diprediksi bakal maju dalam Pilgub selain Agusrin, ada juga nama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, dan Bupati Lebong Rosjonsyah.

“Saya dukung gubernur, yang lain untuk maju (Pilgub,red). Masih banyak yang bukan mantan napi. Kalau saya kan mantan napi. Kurang pas kalau Provinsi Bengkulu dipimpin mantan napi,” ujar Agusrin mempertegas.

Mantan Gubernur Bengkulu ini lebih memilih konsentrasi beribadah. Dia malah mengajak masyarakat mendukung siapapun yang menjabat sebagai gubernur. Supaya gubernur bisa lebih konsentrasi bekerja. Menurutnya membangun Bengkulu tidak harus menjadi gubernur. Memberikan saran yang baik untuk kemajuan Bengkulu kepada Gubernur, Bupati dan walikota serta semua pihak, itu bagian dari membangun Bengkulu.

“Membangun Bengkulu kan tidak harus menjabat sebagai gubernur. Dengan saran yang kita berikan itu juga sudah termasuk membangun Bengkulu,” kata Agusrin.

Dia lebih memilih untuk konsentrasi beribadah saat ini. Namun keluarga besarnya akan terus berkiprah  dan berkontribusi dalam dunia perpolitikan di Bengkulu. Seperti Sutan Najamudin yang saat ini masih aktif di dunia perpolitikan di Bengkulu. Agusrin mendukung Sutan supaya bisa mewakili Provinsi Bengkulu menjadi anggota DPD RI. Membangun Bengkulu lewat kebijakan-kebijakan dan peran yang bisa diambil saat duduk menjadi anggota DPD RI. “Saya dukung Sutan jadi Anggota DPD RI,” katanya.

Kemudian ada keponakannya dr. Lia Lastaria yang juga terjun ke kancah dunia perpolitikan. Dokter yang akrab dengan semua kalangan masyarakat ini memutuskan maju membangun Bengkulu melalui dunia politik. Sehingga bisa berbuat lebih banyak untuk bisa memajukan Provinsi yang menjadi tanah kelahirannya tersebut. “Agar mereka nantinya bisa membantu gubernur dan membantu bupati-bupati membantu kemajukan Provinsi Bengkulu dari Parlemen di Jakarta,” kata Agusrin.

Sekadar kilas balik, baru sekitar dua tahun memimpin Bengkulu untuk periode 2010-2015, Agusrin terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bagi hasil bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2006-2007. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 24 Mei 2011 memvonis bebas Agusrin karena Majaleis hakim menilai tindakannya tidak memenuhi unsur pidana.

Kasus ini terus bergulir hingga ke Mahkamah Agung. Pada Januari 2012 Mahkamah Agung memutuskan Agusrin Bersalah dan dia dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 200 juta. Agusrin kemudian menjalani masa hukumannya di Lapas kelas IIA Sukamiskin. Sekitar April 2014 lalu, Agusrin kemudian menyelesaikan masa hukumannya dan bebas.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar saat dikonfirmasi mengatakan, seorang kepala daerah sudah dihitung menjalani masa kepemimpinan selama satu periode jika menyelesaikan 5 tahun kepempinannya. Atau minimal melaksanakan kepemimpinannya selama 2,5 tahun kemudian berhenti atau diberhentikan. “Jika sudah 2,5 tahun menjani masa kepemimpinan maka sudah dihitung satu periode,” kata Bahtiar.

Senada juga disampaikan Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah. Menurutnya jika hanya menjalani kepemimpinan di bawah 2,5 tahun, maka kepala daerah itu tidak dihitung sudah menjalani masa kepemimpinan satu periode. Untuk kasus Agusrin, periode pertama 2005-2010 selesai dilaksanakannya. Namun untuk periode kedua hanya menjalani masa kepempimpinan sekitar 2 tahun 1 bulan. Sehingga pada periode kedua itu tidak dihitung satu periode. Sehingga Agusrin masih dihitung satu periode.

“Jadi untuk periode kedua belum dihitung satu periode. Sehingga Agusrin masih dihitung memimpin Bengkulu selama satu periode,” ujar Darlinsyah.

Sementara itu salah seorang Kader Partai Demokrat Firdaus Djaelani, yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu menghormati putusan Agusrin. Namun dia mengatakan, sebuah kenyataan saat ini bahwa Bengkulu masih sangat membutuhkan orang seperti Agusrin untuk memimpin. Karena ketika dia menjabat, masih banyak program-program yang dirasakan tertunda bagi masyarakat. “Terutama dalam hal pembangunan, merubah iklim  merubah iklim pariwisata, ekonomi. Jadi kita sama-sama bisa rasakan, ketika beliau menjabat jadi Gubernur Bengkulu berubah drastis semakin maju,” terangnya.

Sehingga sangat disayahkan sekali jika dia tidak mau maju dalam Pilgub mendatang. Dia mengatakan sebagai kader partai Demokrat, konsisten mendukung siapapun yang akan diusung Demokrat dalam Pilgub nanti. “Setahu kami Agusrin masih Kader Partai Demokrat. Kami antusias kalau dia bersedia mencalonkan diri kembali. Tampaknya kalau dia nyalon akan menang. Karena di masyarakat sendiri sosok Agusrin dirindukan kembali,” terangnya.

Kepemimpinan Agusrin menurut Firdaus tidak tergantikan. Saat ini pariwisata Pantai Panjang menjadi seperti sekarang berkat Agusrin yang berani mengambil kebijakan lewat proyek multiyearsnya membangun akses jalan sepanjang pesisir Pantai Bengkulu. “Dia tidak tergantikan,” katanya.(del)

Berita Lainnya

Sultan: DPD Wadah Memperjuangkan Rakyat

BENGKULU – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tidak hanya sebagai wadah untuk  memperjuangkan kepentingan daerah ...