Rabu , 26 Juni 2019
Home / Berita utama / Peras Kepala Dinas, Oknum Pimpinan Media Online Dipolisikan

Peras Kepala Dinas, Oknum Pimpinan Media Online Dipolisikan

BENGKULU – General Manager (GM) salah satu media online di Bengkulu, inisial Ze, Senin (7/1) pukul 20.30 WIB diamankan anggota Dit Reskrimum Polda Bengkulu. Juga ikut diamankan barang bukti uang tunai Rp 5 juta. Tindakan tersebut dilakukan polisi lantaran Ze yang juga berprofesi sebagai pengacara itu diduga melakukan pemerasan terhadap Kadis PUPR Kota Bengkulu, Syafriadi, SE. Ia diamankan saat baru saja menerima uang dari Syafriadi di warung Soto Dua Putri tidak jauh dari kantor Dinas PUPR Kota Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP. Sudarno membenarkan kalau Ze sedang diamankan terkait dugaan pemerasan. Namun sejauh ini statusnya masih terperiksa, belum ditetapkan sebagai tersangka. “Memang tadi malam (Senin malam),  dari unit Reskrimum mengamankan salah satu GM media online yang ada di Bengkulu terkait dugaan pemerasan terhadap salah satu pejabat Kota Bengkulu. Untuk kasusnya sementara masih proses penyelidikan, belum ada penetapan tersangka. Kita tunggu dulu, nanti kalau pemeriksaannya selesai kita sampaikan statusnya seperti apa dan proses selanjutnya,” terang Sudarno.

Informasi yang RB terima di lapangan, Ze meminta uang sebesar Rp 75 juta kepada Syafriadi namun hanya disanggupi Rp 5 juta. Tujuan Ze minta uang supaya ia tidak jadi melaporkan Syafriadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait masalah salah satu proyek di Dinas PUPR tahun 2017. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik.

Ze yang tinggal di Jalan Kenanga 1 RT 1 RW 1 nomor 14 Kelurahan Kebun Kenanga ini hingga tadi malam masih berada di ruangan penyidik Dit Reskrimum Polda Bengkulu. Beberapa rekan seprofesinya yang sempat datang ke Polda Bengkulu untuk menjenguknya belum diizinkan masuk karena saat itu yang bersangkutan sedang diperiksa.

Polisi selain mengamankan barang bukti uang tunai Rp 5 juta juga mengamankan 1 unit mobil Panther warna biru nomor polisi BD 1904 AD serta 3 unit handphone milik Ze.

M.Yamin, SH alias Omeng pengacara yang mendampingi Ze kepada RB membantah kalau kliennya melakukan pemerasan. “Saya yang mendampinginya. Jadi pemerasan itu tidak benar karena diduga ada rekayasa, ada indikasi dijebak. Kalau dari penyidik, ini berawal dari adanya laporan indikasi pemerasan, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Omeng.

Ia mengatakan kliennya diberikan uang oleh orang-orang perantara Kadis PUPR tanpa paksaan alias diberikan secara baik-baik. Orang-orang perantara yang dimaksud insial Di, RK dan UB.

“KLien saya itu dihubungi oleh Di, RK dan UB dengan alasan mau memediasi antara klien saya dengan Kadis PU karena katanya Kadis PU minta agar pemberitaan tentang Kadis PU diberhentikan,” kata Omeng.

Yang memberi Ze uang, lanjut dia bukan kadis PU langsung melainkan melalui perantaranya diantara ketiga orang yang diinisialkan tadi. “Klein saya tidak menyangka setelah menerima uang itu ada penangkapan. Padahal uang yang diterima itu tanpa ada penekanan atau paksaan. Malah salah satu perantara itu yang menawarkan mau uang berapa,” demikian Omeng.

Terpisah, Kadis PUPR Kota Bengkulu, Syafriadi, SE coba dikonfirmasi RB belum mau memberikan keterangan apa-apa terkait kasus dugaan pemerasan tersebut. “Oh itu, tidak usahlah ya, tidak usah. (maksudnya tidak usah diberitakan,red),” kata Syafriadi sembari menutup telepon.(tew)

Berita Lainnya

Rusli Bertahan Maju Pilwagub

BENGKULU – Tahapan Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) mandeg di parpol pengusung. Dua nama Calon Wakil ...

error: Content is protected !!