Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Tembus Rp 44,3 Miliar

Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Tembus Rp 44,3 Miliar

LAYANI : Kendati tunggakan tagihan warga cukup tinggi, namun BPJS Kesehatan tetap melayani peserta BPJS Kesehatan seperti biasa. (foto : yunike/rb)

 

BENGKULU – Tunggakan peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di enam daerah dalam Provinsi Bengkulu tergolong tinggi, yakni mencapai Rp 44,356 miliar. Dengan jumlah peserta menunggak ada 122.682 jiwa. Kota Bengkulu menjadi yang tertinggi angka penunggak iuran BPJS Kesehatannya yang mencapai Rp 19,2 miliar. (lihat grafis)

“Per 30 November jumlah peserta BPJS Kesehatan di kantor wilayah cabang Bengkulu yang menunggak ada 122.682 peserta. Nilai tunggakannya Rp 44.356.116.775,” ujar Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Mitra Akbar, SE, AAAK, kemarin.

Dijelaskan Mitra, kantor BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu hanya menaungi 6 kabupaten/kota. Meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Kaur, Mukomuko, Bengkulu Selatan (BS), dan Seluma. Sedangkan 4 kabupaten lainnya, yaitu Bengkulu Utara (BU), Kepahiang, Rejang Lebong (RL), dan Lebong dibawah naungan BPJS Kesehatan Cabang Curup. Per 30 November sendiri jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu ada 982.077 jiwa.

Terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yakni di Kabupaten Benteng ada 43.209 jiwa, Kaur ada 69.452 jiwa, Mukomuko ada 62.144 jiwa, Seluma ada 102.239 jiwa, Kota ada 104.163 jiwa, BS ada 119.876 jiwa, dan lain-lain pekerja asing ada 14 jiwa. Kemudian peserta non PBI (mandiri dan pekerja penerima upah), meliputi di Kabupaten Benteng ada 34.543 jiwa, Kaur ada 29.439 jiwa, BS ada 47.964 jiwa, Mukomuko ada 74.794 jiwa, Seluma ada 43.815 jiwa, dan Kota ada 250.315 jiwa, dan lain-lain ada 110 jiwa.

“Belum seluruh warga terdaftar sebagai peserta. Padahal ini wajib karena negara ingin menjamin warganya untuk mendapatkan hak jaminan kesehatan. Bagi yang menunggak, kita harapkan bisa melunasi tunggakannya,” beber Mitra.

Ditambahkan Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan Abdul Mukti, SKM, pesentase pencapaian kepesertaan hingga 4 Januari 2019 mencapai 85,62 persen, yaitu 997.231 jiwa dan belum terdaftar sampai dengan 4 Januari ada 167.512 jiwa. Harapannya, bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk bisa mendaftarkan diri dan pekerja beserta anggota keluarga ke BPJS Kesehatan sebelum sakit atau membutuhkan pelayanan  kesehatan.

“Untuk peserta mandiri baru bisa dipakai setelah membayar iuran pertama dari masa tunggu 14 hari pendaftaran. Saat menunggak juga ada sanksinya. Untuk itu bagi peserta kita imbau agar membayar iuran tepat waktu,” imbuhnya. (key)

Berita Lainnya

Pinjaman Dana SMI Terancam Batal

BENGKULU – Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke PT Sarana Multi Infasrtuktur (SMI) ...

error: Content is protected !!