Senin , 17 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Irigasi Jebol, 200 Hektar Sawah Terancam Batal Musim Tanam

Irigasi Jebol, 200 Hektar Sawah Terancam Batal Musim Tanam

JEBOL: Petani Desa Batu Layang dan Padang Bendar bergotong royong memperbaiki bendungan jebol, Rabu (9/1). (foto : shandy/rb)

HULU PALIK– Sejak jebol Rabu (3/1) lalu, hingga saat ini irigasi di Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara belum mendapatkan penanganan maksimal. Rabu (9/1), warga dan kelompok tani memasang papan untuk menutupi bagian irigasi yang jebol.  Sehingga air bisa tetap mengaliri sawah masyarakat. Namun pengairan sawah tetap tidak bisa maksimal.

Kades Batu Layang Iskandar Zulkarnain menuturkan akibat jebolnya irigasi tersebut 200  hektar sawah di Desa Batu Layang dan Pandang Bendar terancam kekeringan. Padahak saat ini petani sudah akan memasuki musim tanam pertama tahun ini. “Sedangkan kalaupun kami laporkan ke Pemkab juga kami sanksi akan ditangani segera. Karena kejadian jebolnya irigasi juga terjadi di beberapa tempat dan belum ditangani maksimal,” katanya.

Pemasangan terpal dan papan yang dilakukan warga tidak bisa mengaliri seluruh sawah warga. Debit air yang memang dibuat kecil untuk menghindari papan ikut jebol terbawa arus irigasi, sehingga air yang masuk ke sawah sangat kecil. Saat ini petani tertolong dengan musim hujan sehingga tetap bisa melakukan penanaman. Namun jika satu minggu tidak hujan dengan kondisi irigasi seperti sekarang, ia meyakini jika 200 hektar padi yang baru ditanam petani akan rusak.

“Atau minimal kualitas saat panen nanti akan jauh menurun. Karena jelas kekurangan air sangat berpengaruh. Saat ini masih musim hujan makanya petani terbantu. Semoga saja ada penanganan,” tuturnya. (qia)  

Berita Lainnya

Pentas Seni, Pawai Adat dan Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Perayaan HUT Kota Curup ke-139

CURUP – Bupati Rejang Lebong  H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si secara resmi membuka  Pagelaran Pentas ...

error: Content is protected !!