Senin , 17 Juni 2019
Home / Metropolis / 1.600 Warga Batal Dapat Bantuan PKH

1.600 Warga Batal Dapat Bantuan PKH

BENGKULU – Sebanyak 12.091 warga Kota Bengkulu tahun 2019 ini masuk dalam daftar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Meskipun secara umum penerima PKH untuk Provinsi Bengkulu tahun ini berkurang, namun Kota Bengkulu mendapat tambahan kuota sekitar 1.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hanya saja, tambahan kuota penerima PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini belum mengakomodir seluruh usulan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu. Dari jumlah 3.000 warga miskin yang diusulkan ke Kemensos dan diverifikasi pada tahun 2018 lalu, hanya 1.400 warga saja yang diakomodir untuk menerima bantuan PKH tahun 2019 ini. Sementara sisanya 1.600 ditolak

“Jumlah penerima PKH tahun ini bertambah dari tahun lalu, ada sekitar 1.400 tambahan. SP2D nya sudah siap tapi sepertinya ada sedikit keterlambatan,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu Ir. Syahrul Tamzie diwawancara kemarin (10/1).

Untuk nama-nama penerima tambahan ini, terang Syahrul, langsung ditentukan oleh Kemensos dengan merujuk pada Basis Data Terpadu (BDT) milik Kemensos. Sehingga Dinsos Kota Bengkulu sampai saat ini belum mengetahui nama-nama penerima baru ini. Syahrul berharap penerima PKH tambahan ini nantinya memang diprioritaskan untuk warga paling layak mendapatkan bantuan. Mengingat jumlah penerima tambahan yang disetujui Kemensos belum seluruhnya mengakomodir usulan.

“Nama-nama penerima ini baru, baru kita ketahui setelah penyaluran tahap I. Besaran yang diterima setiap KPM juga berbeda tergantung komponen dalam keluarga itu,” terang Syahrul.

Koordinator Pelaksana PKH Kota Bengkulu Anggi Rio Putra, M.Pd.Si juga mengakui bahwa masih banyak usulan dari warga agar dimasukan dalam daftar penerima PKH belum terakomodir. Menurutnya, agar masuk dalam PKH maupun program perlindungan jaminan sosial lainnya, maka warga miskin harus masuk dalam BDT milik Kemensos. Lantaran itulah setiap warga yang mengeluh agar masuk daftar penerima PKH, selalu disarankan oleh pendamping agar dimasukan dalam BDT.

“Kalau masuk BDT, belum masuk PKH bisa berpeluang dapat bantuan lainnya. Karena BDT ini menjadi rujukan kemensos dalam menyalurkan bantuan,” kata Anggi.

Anggi menambahkan, tahun lalu ada sekitar 80 penerima PKH dicoret dari daftar penerima karena sudah ada peningkatan ekonomi masuk kategori keluarga mandiri, ataupun karena dalam keluarga tersebut sudah tidak ada lagi komponen syarat penerima. Seperti keberadaan ibu hamil, balita, anak SD, anak SMP, anak SMA, lansia dan disabilitas. Target dari dinsos sendiri setiap tahun bisa berkurang karena ada perbaikan ekonomi keluarga.

“Hari ini (kemarin, red) saja ada 1 orang yang mengundurkan diri karena sudah menjadi keluarga mandiri. Sebelumnya ada 4 orang juga secara sadar mundur dari penerima PKH,” demikian Anggi.(key)

 

Berita Lainnya

Warga Tagih Janji Pengerukan di Pintu Air

BENGKULU – Warga RT 1 Kelurahan Tanjung Agung menagih janji pengelola pintu air II Tanjung ...

error: Content is protected !!