Senin , 25 Maret 2019
Home / Berita utama / Diusut Kapolres Soal Proyek Tendon Air, Plt Kadis DKP Ngadu ke Wakapolri, Curhat ke Kapolda

Diusut Kapolres Soal Proyek Tendon Air, Plt Kadis DKP Ngadu ke Wakapolri, Curhat ke Kapolda

BENGKULU – Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal mengadukan mproyek tendon air di PPI Pulau Baai tahun 2017 yang diusut Polres Bengkulu, ke Kapolri. Tindak lanjutnya, Ivan disarankan menghadap Kapolda Bengkulu menyampaikan persoalan itu.

Kamis (10/1) Ivan mengatakan sudah bertemu dengan Kapolda Bengkulu Brigjend. Pol. Drs. M. Coki Manurung, SH, M.Hum. “Kasusnya sedang saya bahas dengan pak Kapolda, sebenarnya tidak ada masalah dalam proyek itu. Saya diminta menjelaskan ke pak Kapolda oleh Kapolri,” kata Ivan.

Alasan kenapa langsung ke Kapolda, lanjutnya karena sesuai saran Kapolri. Namun ia rencananya juga akan menjelaskan perihal kasus proyek tersebut ke Kapolres Bengkulu. “Lebih lanjut detailnya nanti ke polres juga pada kesempatan berikutnya. Kalau saya dipanggil nanti Insha Allah saya datang. Tapi tentunya berjenjang,’’ tutup Ivan.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjend. Pol. Drs. M.Coki Manurung, SH, M.Hum belum bisa dikonfirmasi usai RB menerima inormasi dari Ivan. Sedangkan Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes. Pol. Ahmad Tarmizi mengaku tidak tahu mengenai hal tersebut. “Apa itu, saya belum tahu karena saya masih di Jakarta,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Bengkulu AKBP. Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP. Indramawan juga mengaku tidak tahu kalau Ivan bertemu kapolda membicarakan terkait kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Polres Bengkulu. “Saya nggak tahu dan tidak ada komentar,” singkatnya.

Untuk diketahui bahwa penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Bengkulu sedang melakukan penyelidikan terhadap proyek DKP provinsi yakni pembangunan tendon air di PPI Pulau Baai yang diduga bermasalah. Dimana DKP sudah mencairkan uang muka (DP) 30 persen kepada kontraktor namun proyek tersebut tidak selesai hingga putus kontrak. Hasil pengecekan penyidik di lapangan, proyek hancur lebur sehingga dinilai terjadi kerugian negara (total loss) dana yang sudah dibayarkan ke pihak rekanan yakni Rp 128 juta dari total pagu Rp 390 juta.(tew)

Berita Lainnya

Sultan: Nahdlatul Ulama Tiangnya Negara

BENGKULU – Nahdltul Ulama (NU) salah Organisasi Masyarakat (Ormas) besar Islam yang ada, merupakan tiangnya ...