Tuesday , 22 January 2019
Home / Metropolis / Fogging Tidak Efektif Lagi, 76 Warga Kota Terserang DBD

Fogging Tidak Efektif Lagi, 76 Warga Kota Terserang DBD

DBD: Sejumlah warga di RT 25 RW 07 Kelurahan Sawah Lebar terjangkit suspect DBD. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Sepanjang tahun 2018 lalu, angka suspect Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 426 kasus. Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan yang benar-benar positif DBD hanya 76 orang. Sisanya, ternyata mengidap sakit lain yang gejalanya menyerupai atau mirip DBD.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bengkulu, Susilawati, M.Kes kepada RB. “Kita meminimalisir penggunakan insectisida (fogging), insectisida adalah zat kimia yang sangat berbahaya. Bisa dampaknya terus menerus dan dampak bagi tubuh juga berbahaya terkena penyakit yang lain. Bukan kami tidak mau, malah kami sangat takut ketika ada kasus DBD,” ujar Susilawati.

Untuk itu, saat ini pihaknya memiliki program Jumantik atau program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang satu orang satu jumantik. Menurutnya, program ini penting dilaksanakan karena memang jentik nyamuk justru berbahaya bila dibiarkan karena berkembangbiak begitu cepat dan berkali-kali lipat dibanding nyamuk yang mati terkena fogging tersebut.

“Selain berbahaya fogging juga tidak efektif karena akan membuat nyamuk semakin merajalela karena jika sering difogging insectisida tersebut tidak mempan lagi,” terangnya.

Susilawati juga kembali mengingatkan masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar, memberantas sarang nyamuk. Untuk mengantisipasi, khusus anak-anak atau bayi saat tidur dan pagi hari yang memang disenangi nyamuk DBD maka saat tidur gunakan kelambo atau olesan anti nyamuk. “Bisa juga menamam bunga lavender yang memang tidak disenangi oleh nyamuk, banyak cara sebetulnya, tidak harus fogging,” paparnya.

Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir ini ada beberapa kasus yang dilaporkan oleh masyarakat terjadi sakit DBD diantaranya di RT 25 RW 07 Kelurahan Sawah Lebar yang menurut keterangan warga terjadi 5 kasus DBD. Selain itu terjadi juga di Kelurahan Penurunan dan Kelurahan Surabaya. Namun warga sempat mengeluhkan lantaran pemerintah terkesan lamban saat warga meminta lokasi mereka difogging.

Ditemui RB kemarin, Ketua RT 25 RW 07 Kelurahan Sawah Lebar, Eni Nirwani tak menampik lima  warganya terjangkit DBD dan dirinya melalui lurah sudah melaporkan hal itu ke Dinkes dan pada 8 Desember 2018 lalu juga sudah dilakukan fogging. Namun, setelah fogging dilakukan dirinya kembali mendapat laporan dari warga ada yang lainnya juga terjangkit.

“Ya untuk foggingnya sudah dilakukan pada 8 Desember 2018 lalu, namun ada lagi yang terjangkit, cucu saya saja dua orang terkena,” sampainya. (zie)

 

Berita Lainnya

Pembuatan Akta Kelahiran Bisa Pakai WA

BENGKULU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu melansir Kota Bengkulu terbanyak anak ...