Rabu , 27 Maret 2019
Home / Berita utama / Aklamasi, Rohidin Pimpin IOF Bengkulu

Aklamasi, Rohidin Pimpin IOF Bengkulu

SIMBOLIS : Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA menjadi Ketua IOF Pengda Bengkulu terpilih periode 2019-2023 menerima pataka secara simbolis. (foto : yunike/rb)

BENGKULU – Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Bengkulu menggelar Musyawarah Daerah (Musda) setelah sempat vakum beberapa waktu. Hasil Musda tersebut, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA menjadi Ketua IOF Pengda Bengkulu terpilih periode 2019-2023.

Rohidin terpilih secara aklamasi pada musda yang digelar di Hotel Raffles City, kemarin (12/1).

Musda ke-3 dihadiri oleh komunitas offroad yang tersebar di Provinsi Bengkulu kemarin, merupakan awal kebangkitan IOF Bengkulu. Seperti disampaikan perwakilan komunitas 4×4 Bengkulu, Buyung Sabri. Dengan keberadaan pengurus baru nantinya, IOF Bengkulu bisa mulai bangkit lagi dan menjadi wadah bagi semua offroader. Sehingga nanti yang dicita-citakan bersama, tercapai. “Dengan pengurus baru kita mulai bangkit lagi. Maju bersama masyarakat Provinsi Bengkulu,” kata Buyung Sabri.

Senada Carateker IOF Pengda Bengkulu Samsul Bahri mengatakan, olahraga offroad di Bengkulu pernah jaya. Baik dari segi organisasi maupun offroadernya. Setiap kali mengikuti event, para offroader dari Bengkulu selalu membawa pulang juara. Melihat potensi Bengkulu ini juga, dari kepengurusan pusat selalu mendesak agar dibentuk kepengurusan baru agar offroad di Bengkulu bangkit kembali.  “Artinya, potensi di Bengkulu ini sangat menunjang, baik atlet maupun jalurnya,” terang Samsul.

Ketua IOF Pengda Bengkulu terpilih Rohidin Mersyah menegaskan olahraga otomotif ini harus dikembangkan. Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki jalur medan yang alami sekaligus ekstrem sehingga cocok untuk dijadikan lintasan jalur para offroader. Kemudian dari sisi nama sangat mudah dipasarkan, pencinta, dan pelaku penikmat olahraga ini sangat banyak dan berkualitas.

Dijelaskannya, bila olahraga ini dikolaborasikan dengan promosi wisata dengan nama yang sangat mudah dipasarkan seperti dengan konsep jelalah bumi Raflesia, maka diyakini akan mampu mempengaruhi pariwisata dan perekonomian masyarakat di Provinsi Bengkulu. “Bikin program yang  betul-betul rasional dan pasti terlaksana. Dengan konsep olahraga sekaligus tourism, ini bukan tidak mungkin masuk kelas event nasional,” beber Rohidin. (key)

Berita Lainnya

Antisipasi Bencana, Dinas Ketahanan Pangan Usulkan Cadangan Beras 100 Ton

LEBONG SAKTI – Dalam struktur APBD Perubahan tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lebong ...

error: Content is protected !!