Rabu , 27 Maret 2019
Home / Breaking News / Target Hasil Kopi Sambung 3 – 5 Ton/Ha

Target Hasil Kopi Sambung 3 – 5 Ton/Ha

SAMBUNG KOPI: Proses penyambungan kopi robusta Kepahiang, memanfaatkan kemampuan petani kopi yang sudah diberi pelatihan. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Program sambung kopi masih jadi primadona di Kepahiang. Terbukti tahun 2019 kembali dianggarkan dana hingga Rp 1,4 miliar untuk program yang sama. Kepala Dinas Pertanian, Hernawan, SPKP mengatakan output yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya hasil produksi kopi Kepahiang. Misalnya dalam 1 hektare bisa menghasilkan 1 ton kopi, dengan program ini diharapkan bisa menghasilkan 3-5 ton kopi per hektare.

“Kini produktivitas kopi sedang dikembangkan, melalui pemeliharaan untuk peningkatan hasil. Kalau tidak melalui penyambungan, hasilnya tidak maksimal seperti yang terjadi selama ini,” jelas Hernawan.

Hernawan menambahkan program tersebut kini tengah dilelang. Dia optimis dalam waktu dekat aka nada pemenangnya. “Memang rada terlambat lelang kita, lantaran ada kendala tender. Salah satu syaratnya tim penyambung yang akan ambil andil dalam program ini, harus sudah memiliki sertifikasi dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) yang cuma ada di Jember Jawa Timur,” terang Hernawan.

Adapun kopi yang akan disambung menggunakan sistem tag ent tersebut yakni jenis Sehasense, Sintaro 1, Sintaro 2, dan Sintaro 3. Keempat klon kopi ini nantinya akan dibagikan merata di kecamatan yang masuk dalam program ini.

“Kopi sambung yang akan kita bagikan pada masyarakat adalah hasil dari penyambungan tag ent. Dimana penyambungan dilakukan pada batang. Berbeda seperti biasanya yang menggunakan top ent, yakni penyambungan dari anakan atau tunas air,” lanjut Hernawan.

Tahun mereka mengcover seluruh kecamatan untuk program ini. Hasil di tahun 2018 lalu dirasa belum mencukupi untuk menargetkan produktivitas kopi, sehingga 2019 kembali diusulkan anggaran untuk cover program yang lebih luas yakni di 8 kecamatan. “Kendati anggaran yang diusulkan tidak sesuai harapan karena sempat dipangkas. Kita optimis bisa mengelola anggaran dengan maksimal,” beber Hernawan yang mengaku awalnya mengusulkan anggaran Rp 4,5 M, namun kini tersisa hanya 1,4 miliar.(sly)

 

Berita Lainnya

31 Sanggar Kesenian Belum Teregistrasi

KEPAHIANG – Berdasarkan Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepahiang, dari ...

error: Content is protected !!