Senin , 27 Mei 2019
Home / Metropolis / Auning Ilegal Bakal Dieksekusi

Auning Ilegal Bakal Dieksekusi

BENGKULU – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak dagangannya di atas jalan tampaknya tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya Satpol PP Kota Bengkulu akan gencar melakukan aksi penertiban dengan melakukan eksekusi terhadap sejumlah auning atau lapak ilegal yang berada di beberapa titik jalan raya Kota Bengkulu.

Setidaknya ada beberapa lokasi terdapat auning itu adalah Jalan Semangka, Jalan Salak, Jalan S.Parman, Jalan M. Sutoyo, Simpang Padang Harapan, Jalan Bhakti Husada dan kawasan dekat Jalan Danau tak jauh dari Danau Dendam Tak Sudah.

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, S.Sos mengatakan, penertiban terhadap sejumlah auning ilegal yang dibangun oleh pedagang tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 tahun 2008 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Karena bangunan auning yang dibangun tersebut, tepat berada dipinggir jalan raya yang merusak pemandangan umum.

“Sejumlah pedagang liar dan musiman yang berjualan sembarangan mendirikan lapak atau auning ilegal akan kita tertibkan. Namun yang kita lakukan saat ini upaya pereventif terhadap mereka dengan memberikan peringatan untuk tidak berjualan sembarangan,” kata Mitrul.

Dari pantauan petugas dilapangan, sambung Mitrul, memang masih banyak pedagang ilegal yang berjualan sembarangan, bahkan meskipun sudah diperingatkan para pedagang yang memiliki auning ilegal itu belum menertibkan auningnya sendiri. “Jadi intinya pedagang masih tetap membandel tersebut akan ditertibkan dengan petugas. Apalagi Satpol PP Kota Bengkulu sifatnya hanya melakukan tugas pokok dan fungsi sebagai penegak Perda Kota Bengkulu,” tegasnya.

Dikatakan Mitrul, selain merusak pemandangan umum sejumlah para pedagang auning liar yang banyak ditemukan itu juga menggangu ketertiban umum. Dalam artian pembeli yang membeli jualan pedagang tersebut, terkadang memakir kendaraannya dengan sembangan hingga hampir kebadan jalan, yang menggangu pengguna jalan lainnya.

“Sehingga langkah itulah yang perlu terus kita bina dan memberikan pengertian dahulu kepada pedagang, jangan berjualan secara sembarangan tanpa izin,” jelasnya.

Dari pantauan RB, sejumlah pedagang yang memiliki auning liar dijalan raya memang banyak ditemui, seperti contoh pedagang buah dikawasan tanah patah yang mengganggu jalanan raya, kawasan simpang padang harapan, banyak ditemukan pedagang manisan, serta yang sangat banyak lagi terdapat dikawasan jalan Bakti Husada depan Rumah Sakit Kesehatan Jiwa (RSKJ) Bengkulu seperti para pedagang tempel setiker dan makanan, kemudian wilayah di kawasan Danau Dendam saat ini berdiri dipinggir jalan raya sejumlah tenda pedagang musiman.(new)

Berita Lainnya

Status Pantai Panjang jadi Catatan BPK RI

BENGKULU- Status peralihan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta aset kawasan wisata Pantai Panjang yang dilakukan ...

error: Content is protected !!