Minggu , 19 Mei 2019
Home / Berita utama / Pelaku Pembunuhan Janda dan Dua Putrinya Berniat Memperkosa

Pelaku Pembunuhan Janda dan Dua Putrinya Berniat Memperkosa

CURUP– Sebelum ditemukan merenggang nyawa, Hasnatul Laili (35) dan tersangka pelaku pembunuhan diketahui beberapa kali terlibat konflik. Bahkan terakhir korban pernah melaporkan Jamhari Muslim (JM) ke aparat kepolisian karena berusaha melakukan tindak perkosaan terhadap dirinya dan meneror keluarga korban.

“Dulu sekitar pertengahan tahun lalu kalau tidak salah, korban Lili pernah melaporkan JM ke polisi. Informasinya karena JM pernah berusaha masuk ke rumah korban dan berusaha memperkosa korban. Namun hal tersebut tidak berlanjut, lantaran kedua keluarga korban dan JM sepakat berdamai, dan korban akhirnya mencabut laporannya,” terang sumber RB.

Selain itu JM juga pernah mengancam mau memperkosa anak korban dan meneror keluarga korban, jika korban tidak mau rujuk kembali dengannya.

“Keluarga korban juga pernah mendapatkan ancaman dari JM, seperti meneror, mengancam akan memperkosa anak korban, bahkan memutuskan beberapa kabel listrik di rumah korban dengan maksud untuk mencelakai korban. Alasannya katanya karena JM tidak mau diceraikan oleh korban,” terangnya.

Disisi lain, terkait kemungkinan korban sempat diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh, Kapolres belum bisa memastikan. Kendati ia mengakui saat pertama kali ditemukan, jenazah korban dalam keadaan setengah telanjang, dimana pakaian korban tersingkap hingga pinggang. Sementara putri pertama korban Melan, pakaiannya sudah tersingkap hingga bagian leher.

“Untuk dugaan apakah ada pemerkosaan sebelum dibunuh, kita masih menunggu hasil visum, apakah ada ditemukan bekas sperma di jasad korban atau tidak. Kita belum bisa pastikan hal itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran terancam disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 365, 340, 338, 351 ayat 3 dan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Namun sementara ini kita masih kenakan pasal 365 KUHP yakni tentang pencurian dengan pemberatan (Curat), karena mobil korban sempat dibawa kabur pelaku. Untuk pasal lain kemungkinan besar akan menyusul apabila pelaku berhasil ditangkap dan dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Dimakamkan TPU Suban Air Panas

Sementara itu, ketiga jenazah korban dimakamkan di TPU Suban Air Panas sekitar pukul 13.30 WIB Minggu (13/1). Suasana haru tampak di rumah duka orang tua korban. Bahkan selama prosesi pemakaman dan doa, Suwardi Gunting (62) dan Jasmani (60) orang tua korban Lili, sempat beberapa kali pingsan saat melihat jenazah anak dan kedua cucunya terbujur kaku di keranda mayat.

Bahkan isak tangis dari anggota pramuka MAN 1 Rejang Lebong tampak saat mengusung keranda Melan, yang dikenal sebagai seorang remaja yang periang di mata teman-teman sekolah dan lingkungannya.

“Dak nyangko Melan bisa cak ini. Padahal kemarin masih sempat main-main lewat WA,” tangis teman-temannya saat melihat jenazah Melan dimasukkan ke liang lahat. (sly)

Berita Lainnya

Petarungan Tiga Bintang

ARGA MAKMUR – Usainya pemilu legislatif membuat peta baru untuk Pilbup Bengkulu Utara (BU) yang ...

error: Content is protected !!