Sabtu , 25 Mei 2019
Home / Berita utama / Nekad Membunuh Mantan Istri, Karena Cemburu Akan Nikah Lagi

Nekad Membunuh Mantan Istri, Karena Cemburu Akan Nikah Lagi

DIBEKUK: Jamhari Muslim (34), pembunuh Hasnatul Laili (35) bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), warga Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur diamankan di Polres Bengkulu Selatan. (foto : rio/rb)

CURUP – Ada fakta menarik dibalik kasus pembunuhan terhadap Hasnatul Laili (35) bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), warga Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, yang dilakukan oleh Jamhari Muslim (34) yang tak lain adalah suami ketiga korban, pada Sabtu (12/1) lalu.

Bahwa dari hasil penelusuran RB ke beberapa warga sekitar lingkungan tempat tinggal korban, diduga aksi nekad pelaku selain didasari korban yang enggan diajak rujuk kembali. Juga dikarenakan pelaku mengetahui saat ini korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Pelaku terbakar api cemburu. Korban berencana melangsungkan pernikahan keempatnya.

“Kabarnya korban saat ini sedang dekat dengan pria lain, yang usianya lebih muda dari korban. Hal ini yang membuat pelaku JM sepertinya semakin menaruh dendam kepada korban. Karena pelaku ingin mengajak korban rujuk namun korban menolak, dan pelaku akhirnya tahu kalau korban saat ini sedang menjalin hubungan dengan pria lain, dan juga berencana akan menikah,” ujar sumber RB.

Lantaran keinginannya untuk rujuk tidak direspon oleh korban, pelaku pun berupaya menekan korban melalui putrinya, Melan. Bahkan Melan pernah disekap oleh pelaku lantaran pelaku meminta korban Melan untuk membujuk ibunya, Lili (sapaan Laili, red) agar mau rujuk kembali dengannya.

Diungkapkan Nisa Anggraeni (16) teman sekelas korban Melan di MAN 1 Rejang Lebong, bahwa korban Melan sering curhat kepadanya dan menceritakan sifat pelaku yang sering mengancam dan pernah menyekap korban Melan, dan meminta dirinya agar bisa membujuk ibunya untuk bisa rujuk dengan pelaku.

“Melan pernah cerita, bahwa mantan ayah tirinya itu (pelaku, red) mengancam akan berbuat nekat terhadap Melan, kalau Melan tidak bisa membujuk ibunya untuk kembali kepada mantan ayah tirinya itu,” ungkap Nisa kepada RB ketika disambangi di sekolahnya, kemarin (14/1).

Nisa juga mengaku bahwa korban Melan sering menceritakan keinginannya untuk bisa pindah sekolah ke Jakarta mengikuti ayahnya. Hal ini diinginkan korban karena tidak tahan dengan perlakuan mantan ayah tirinya tersebut yang sering meneror keluarganya.

“Melan juga sering cerita capek tinggal di Curup karena sering diteror. Dia ingin pindah ikut ayahnya ke Jakarta saja, karena katanya dengan ayahnya dia merasa lebih nyaman dan aman,” ungkap Nisa.

Pernikahan yang terjadi antara korban dengan pelaku Jauhari Muslim ternyata tidak mendapat restu pihak keluarga korban. Kendati saat pelaku menikahi korban, status keduanya sama-sama pernah berkeluarga, dimana korban seorang janda beranak dua dan pelaku adalah seorang duda beranak satu, dan keduanya juga sama-sama bercerai dengan pasangan masing-masing sebelumnya.

“Awalnya keluarga Lili (korban, red) tidak setuju atas pernikahannya dengan JM (pelaku, red). Bahkan korban sempat berseberangan pendapat dengan keluarganya. Namun lambat laun keluarga korban akhirnya melunak dan menyetujui pilihan korban,” ungkap Sumber RB yang enggan disebutkan identitasnya.

Aroma ketidaksukaan keluarga korban terhadap pelaku yang sempat melunak tersebut, kembali muncul setelah mengetahui pelaku sering bersikap kasar terhadap korban dan kedua putrinya. Hal ini diperkuat dengan pengakuan Junaidi (40) yang merupakan kakak kandung korban.

“Sebelumnya pelaku ini dikenal orangnya baik, lemah lembut dan rajin dalam bekerja. Tapi setelah menikah sifatnya berubah drastis, sering memukul korban kalau dari pengakuan korban kepada keluarga. Bahkan pelaku pernah menyekap anak korban,” ungkap Junaidi.

Diakui Junaidi, setelah korban bercerai dengan pelaku pada awal tahun 2018 lalu, pelaku sering datang ke rumah korban. Kedatangan pelaku ke rumah korban untuk mengajak korban rujuk. Namun karena ditolak oleh korban, pelaku malah sering datang untuk meneror dan mengancam akan membunuh korban.

“Kalau berdasarkan pengakuan keluarga, pelaku sering datang ke rumah korban dan bertemu korban. Dia bahkan sering meneror dan mengancam akan membunuh korban,” ujar Junaidi.

Bahkan sebelum kejadian naas ini, korban sempat mengirimkan pesan Whatsapps (WA) kepada keluarganya, yang mengatakan bahwa korban sudah lelah dan capek menghadapi masalah yang dihadapinya, salah satunya adalah teror dari pelaku.

“Dia mengirim WA kepada keluarga mengatakan bahwa ‘saya sudah capek dengan masalah yang saya hadapi. Dan saya sudah tidak tentram di dunia lagi’,” ungkap Junaidi menirukan isi pesan WA korban.

Minta Pelaku Dihukum Berat

Sementara ayah korban, Suwardi Gunting (63) berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya atas perbuatan yang dilakukan. Namun ia tidak sepakat jika pelaku dihukum mati, karena alasan kalau pelaku mati maka ia tidak akan merasa tersiksa seperti apa yang alami anak dan cucunya yang menjadi korban kebiadaban pelaku.

“Kami berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya oleh aparat penegak hukum. Karena sakit hati yang kami rasakan saat ini tidak bisa diungkapkan dengan apapun lagi. Tapi kami minta bukan hukuman mati, karena kalau hukuman mati dia (pelaku, red) enak, sudah mati ya sudah. Kami ingin dia juga merasakan tersiksa dan sakit seperti yang anak dan cucu saya rasakan,” kata Suwardi sembari menahan air matanya.

Minta Ikut Ayah

Selain sering berlaku kasar terhadap korban, pelaku JM juga sering berlaku kasar terhadap kedua putri korban. Hal terlihat dari pengakuan Yoga (37), yang tak lain adalah suami pertama korban Lili dan ayah kandung dari korban Melan dan Cika.

Yoga yang datang dari Jakarta ke rumah duka untuk melihat jasad kedua putrinya sebelum dimakamkan tersebut, mengaku bahwa putrinya Melan dan Cika sering menelpon dirinya, dan mengatakan ingin ikut pindah sekolah bersama ayah. Alasan kedua putrinya tersebut karena sering dimarahi dan dipukul oleh ayah tirinya yakni pelaku JM.

“Dulu Melan dan Cika sering menangis menelpon saya, dan minta untuk pindah sekolah ikut saya di Jakarta. Namun saya mengatakan, kalau Melan dan Cika pindah siapa yang akan menemani ibu (korban, red) disana,” kata Yoga haru.

Ia juga mengatakan bahwa saat pelaku masih berstatus suami korban, pelaku sering memarahi dan memukul kedua putrinya tersebut. Hal itu sering diadukan oleh kedua putrinya kepada dirinya ketika ia menelpon.

“Pernah Cika mengadu kepada saya, bahwa dirinya dipukul oleh pelaku karena duduk di atas meja. Dan saya katakan kenapa pelaku memukuk Cika? Kan meja itu ibu yang membeli, rumah itu juga rumah ibu, dan Cika adalah anak ibu. Kenapa dia (pelaku, red) yang marah?,” beber Yoga menceritakan pengalaman buruk anaknya terhadap pelaku.

Terakhir sebelum kejadian, Yoga yang saat ini juga sudah menikah di Jakarta tersebut mendapatkan pengaduan dari kedua putrinya, yang mengatakan bahwa mereka dan ibunya sering diteror oleh pelaku.

“Mereka pernah mengadu kepada saya baru-baru ini, bahwa pelaku sering meneror mereka dan ibunya. Saya pun menyarankan agar mereka juga mengadu ke kakek dan nenek disana (Curup, red), karena saya tidak bisa membantu lantaran jarak antara Jakarta dan Curup cukup jauh,” kata Yoga tertunduk.

Pasca Bercerai, Pelaku Tidak Ada Pekerjaan

Sementara itu, dari informasi yang terhimpun bahwa sejak bercerai dengan korban, pelaku JM tampak tidak lagi memiliki pekerjaan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu tetangga pelaku di Kelurahan Talang Ulu, yang enggan disebutkan namanya.

Menurut tetangga pelaku, sejak bercerai dengan korban, pelaku tampak menganggur dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan sehari-hari pelaku tampak bekerja di sebuah gudang tani milik keluarganya.

“Kalau di kehidupan sehari-hari, pelaku JM tampak sebagai orang yang ramah dan lembut. Namun kita tidak juga paham apa dibalik itu, karena kita hanya melihat dari kesehariannya. Namun memang sejak setahun terakhir ini, pelaku tampak tidak memiliki kesibukan. Berbeda dulu waktu menikah dengan Lili (korban, red), pelaku tampak sibuk dengan aktivitas membantu usaha istrinya,” singkat Sumber RB. (sly)    

Berita Lainnya

Pertarungan Sengit PAN Vs Nasdem

LEBONG – Kabupaten Lebong dipastikan ikut sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Kendati ...

error: Content is protected !!