Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Metropolis / Aki Lampu Jalan Dicuri, Kampung Cina Gelap Lagi

Aki Lampu Jalan Dicuri, Kampung Cina Gelap Lagi

PADAM: Keberadaan lampu hias dan lampu jalan di kawasan Kampung Cina sudah padam separonya. Bila malam, suasana di sini cukup gelap. (foto : yunike/rb)

BENGKULU – Keberadaan lampu hias dan lampu tenaga surya di kawasan Kampung Cina Kelurahan Malabero sebagian hanya tinggal pajangan saja. Lantaran hampir separonya tidak menyala lagi. Hal itu membuat suasana kota tua ini tak lagi terang benderang.

Dikatakan Juned warga RT 11 Kelurahan Malabero, Pemkot Bengkulu seharusnya juga memikirkan perawatan fasilitas umum yang dibangun. Sehingga tidak ada kesan hanya membangun saja tanpa adanya perawatan. Dikatakannya, penyebab tidak menyalanya separo lampu itu karena berbagai sebab. Untuk lampu penerang jalan tidak menyala lagi karena akinya dicuri, sementara untuk lampu hias padam karena pulsa listriknya sudah habis.

“Harusnya ada anggaran pemeliharaan dan perawatan. Jangan sekadar membangun, tapi tidak ada pemeliharaan. Ujung-ujungnya fasilitas yang ada bisa rusak dan mubazir, seperti lampu di tempat kita saat ini,” kata Juned.

Lanjutnya, bila pemkot tidak mampu lagi membeli pulsa listrik untuk menyalakan lampu hias sebaiknya kunci kotak token listriknya diberikan saja kepada warga, agar warga bisa mengisi secara swadaya. “Kita warga sudah pernah minta kunci pos jaga sekaligus tempat token listrik lampu hias, tapi tidak diberi,” sesalnya.

Ditambahkan Dani (53) warga RT 11 Kelurahan Malabero, pada malam hari kawasan Kampung Cina saat ini gelap karena minim penerangan. “Ada sekitar 10 tiang lampu yang akinya hilang dimaling. Tiangnya sekarang menjadi sarang burung. Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah, karena kalau gelap rawan kriminalitas,” keluh Dani.

Awal keberadaan lampu hias, lanjut Dani setiap hari  selalu menyala. Kemudian mulai jarang dan hanya dinyalakan pada hari libur saja. Beberapa bulan terakhir ini sama sekali tidak menyala. “Kalau malam jadi tempat nongkrong anak muda sambil mabuk-mabukan, karena gelap. Ini yang lebih parah lagi, kalau sudah mabuk yah sudah tidak terkontrol bisa mengganggu masyarakat,” bebernya.

Untuk itu Dani berharap, agar satpol pp bisa ditempatkan di kawasan Kampung Cina pada malam hari dan melakukan penertiban terhadap orang yang kerap mabuk-mabukan di sekitar pemukiman warga RT 11 Kelurahan Malabero. “Polisi ada patroli tiap malam lewat, tapi kalau polisinya sudah pergi mereka datang lagi,” beber Dani.(key)

Berita Lainnya

Minim Tempat Penampungan Sampah

BENGKULU – Penumpukan sampah liar di Kota Bengkulu sangat sulit diatasi. Beberapa median jalan, terlihat ...