Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Berita utama / Larikan Mobil Janda Korban Pembunuhan, Mantan Suami Libatkan Keponakan

Larikan Mobil Janda Korban Pembunuhan, Mantan Suami Libatkan Keponakan

SAMBANGI: Bupati RL H. Ahmad Hijazi, SH menyambangi rumah duka korban pembunuhan di Simpang Suban Air Panas, kemarin (15/1). Jasmani (60), ibu Hasnatul Laili yang hingga saat ini masih terbaring lemah lantaran shock kehilangan putri dan kedua cucunya tersebut. (foto : arie/rb)

CURUP – Ada fakta menarik dari kasus pembunuhan yang menimpa Hasnatul Laili (35) bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), warga Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, pada Sabtu (12/1) lalu. Rupanya pelaku, Jamhari Muslim (34) yang tak lain mantan suami ketiga korban telah menyusun siasat untuk menghilangkan jejak.

Untuk mengelabui warga sekitar, pelaku pun kemudian berganti pakaian, dengan memakai pakaian serta jilbab korban. Selanjutnya pelaku keluar lewat pintu samping rumah korban, dan masuk ke mobil Suzuki APV milik korban untuk pergi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat hendak kabur dengan menggunakan mobil korban, beberapa warga sempat melihat pelaku. Namun saat itu warga sekitar berfikir bahwa yang pergi dengan mengendarai mobil tersebut adalah korban. Sehingga warga tidak sedikit pun menaruh curiga. Sampai akhirnya pada sore harinya diketahui bahwa korban dan kedua putrinya telah meninggal dunia akibat dibunuh.

Selain itu juga, pelaku sempat membawa mobil milik korban ke rumah pelaku di Kelurahan Talang Ulu. Jamhari pun melibatkan keponakannya berinisial Re (27) untuk membawa mobil tersebut ke RSUD Curup untuk menghilangkan jejak. Hal ini setelah beberapa warga melihat pelaku dan Re mengendarai sebuah mobil APV ke arah Curup pagi itu.

Hal inilah yang membuat Re pun akhirnya harus berurusan dengan aparat penegak hukum untuk dilakukan pemeriksaan. Bahkan dari pemeriksaan terhadap Re, dikatahui bahwa mobil APV milik korban terparkir di parkiran samping RSUD Curup. Dengan sebelumnya stiker kaca depan mobil pelaku yang bertuliskan ‘CIKA’ terlebih dulu dihapus oleh pelaku.

Hanya saja ketika dikonfirmasi, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, SH melalui Kabag Ops AKP Ariyansyah, SH belum mau berkomentar banyak mengenai perkembangan penyelidikan atas kasus ini. “Saat ini masih kita lakukan penyelidikan intensif. Beberapa saksi memang sudah kita mintai keterangan, termasuk keterangan dari pelaku sendiri,” jelas Ariyansyah.

Sementara itu, salah satu tetangga Re mengakui bahwa malam itu Re sempat dibawa oleh aparat kepolisian. Dan sampai saat ini belum terlihat kembali ke rumahnya. “Belum balik dio dari dibawa polisi kemaren,” singkat salah satu tetangga Re.

Diketahui bahwa aksi nekat yang dilakukan oleh Jamhari Muslim alias Ari (34), yang tak lain adalah mantan suami ketiga korban didasari sakit hati lantaran dirinya diceraikan korban sekitar setahun lalu. Pelaku (Ari, red) yang masih mencintai korban berupaya untuk membujuk korban agar bisa kembali rujuk dengannya. Namun korban diduga sudah kecewa dengan pelaku, tidak ingin lagi diajak rujuk oleh pelaku.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan RB dari sejumlah tetangga korban, diketahui mahligai rumah tangga antara korban dan pelaku hanya bertahan kurang lebih satu bulan. Permasalahan ekonomi dan sikap pelaku yang sering kasar terhadap korban dan kedua putrinya, diduga menjadi penyebab korban menceraikan pelaku.

“Sejak mereka menikah, memang sering terlihat keributan di rumahnya. Korban sering mengeluhkan sifat pelaku yang terkesan malas bekerja, dan hanya memanfaatkan hasil kerja korban saja,” ungkap salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan identitasnya.

Sebelum menjadi suami ketiga korban, pelaku merupakan karyawan usaha penampungan pisang milik korban dan suami pertamanya Yoga (37). Selain juga pelaku adalah teman suami pertama korban, pelaku dan korban juga pernah berpacaran saat masih remaja. Bahkan pelaku masih menjadi karyawan korban, saat korban bercerai dengan Yoga dan kemudian menikah dengan Iin (35) pria asal Kota Lubuklinggau.

“Pelaku dan korban ini dulunya pernah pacaran waktu SMP. Kemudian saat dewasa, korban menikah dengan Yoga yang kebetulan juga teman pelaku. Pelaku yang juga saat itu sudah memiliki istri, bekerja menjadi karyawan korban, dan sering berada di rumah korban yang kebetulan membuka usaha pengumpulan pisang,” ujar Sumber RB.

Setelah bercerai dengan korban, pelaku pun masih sering datang ke rumah korban untuk meminta rujuk. Namun lantaran sudah menjalin hubungan yang serius dengan pria lain, korban pun menolak untuk kembali rujuk dengan pelaku. Hal inilah yang diduga membuat pelaku sakit hati dan kemudian meneror korban.

“Korban diketahui saat ini sedang menjalin hubungan dengan pria lain, tapi belum tahu siapa namanya. Namun yang jelas sebentar lagi mereka akan menikah. Namun sebelum itu terjadi, korban sudah meninggal dunia dibunuh oleh pelaku,” terang Sumber RB.

Bahkan untuk menekan korban agar mau kembali rujuk dengannya, pelaku pun berusaha dengan berbagai cara, termasuk menyekap anak korban yakni Melani yang akhirnya juga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan pelaku.

Selain itu juga pelaku diketahui sempat hendak memperkosa korban, lantaran saat itu korban menolak untuk melayani permintaan pelaku untuk berhubungan badan, karena status korban dan pelaku bukan lagi suami istri yang sah.

“Dulu pelaku sempat datang ke rumah korban, informasinya pelaku saat itu meminta ‘jatah’ kepada korban. Namun korban menolak dan mengusir pelaku dari rumahnya, lantaran mereka sudah bukan lagi suami istri. Pelaku bahkan saat itu sempat memaksa korban, hanya saja hal tersebut tidak berhasil karena korban mengancam akan berteriak dan melaporkan pelaku ke polisi,” jelas Sumber RB.

Sempat Mencuri Kunci Rumah Korban

Diketahui pelaku memang sudah sejak lama merencanakan akan menghabisi nyawa korban. Hanya saja pelaku belum mendapat kesempatan untuk melakukan hal itu. Bahkan untuk untuk melancarkan aksinya, pelaku sempat mencuri 1 set kunci rumah milik korban.

“Sekitar beberapa bulan yang lalu, korban sempat bercerita bahwa 1 set kunci rumahnya hilang, sesaat setelah pelaku datang ke rumahnya. Namun tak lama setelah itu kunci rumahnya kembali ada di rumahnya. Korban sempat mencurigai pelaku, namun tidak ingin memperpanjang urusan. Dan kemudian oleh korban mengganti semua kunci di rumahnya,” terang Sumber RB.

Sayangnya dari semua kunci rumah yang telah diganti korban, korban lupa mengganti kunci pintu samping rumah korban. Dari pintu inilah diketahui menjadi pintu masuk pelaku saat menghabisi nyawa korban dan kedua putrinya.

Jalan Kaki 2 Km ke Rumah Korban

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Satuan Reskrim Polres Rejang Lebong (RL), diketahui pelaku datang ke rumah korban dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer. Pengakuan pelaku kepada aparat kepolisian, dirinya keluar dari rumahnya di Kelurahan Talang Ulu sekitar pukul 03.00 WIB dan tiba di rumah korban di Simpang Suban Air Panas sekitar pukul 04.00 WIB.

“Sampai di rumah korban, pelaku masuk lewat pintu samping rumah korban. Kemudian masuk ke kamar korban dan langsung memukul korban dengan balok kayu yang ada di rumah korban,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, SH, S.IK melalui Kabag Ops AKP Ariyansyah, SH.

Sempat terjadi keributan antara pelaku dengan korban, lantaran korban sempat melawan pelaku. Hal inilah yang diduga membuat kedua putri korban yakni Melan dan Cika terbangun. Merasa aksinya diketahui kedua putri korban, pelaku pun memukul Melan dan Cika dengan balok, dan kemudian menjerat lehar keduanya dengan kabel listrik dan kabel charger laptop yang ada di kamar kedua putri korban.

“Awalnya pelaku hanya ingin menghabisi korban, namun lantaran aksinya diketahui oleh kedua anak korban, pelaku kemudian nekad menghabisi nyawa kedua putri korban tersebut,” jelas Ariyansyah. (sly)

 

Berita Lainnya

Pilgub Sulit Head To Head

BENGKULU – Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020 sulit untuk head to head ( dua pasang ...

error: Content is protected !!