Selasa , 20 Agustus 2019
Home / Daerah / Mukomuko / MRS, Solusi Tingkatkan Kesadaran Berlalulintas

MRS, Solusi Tingkatkan Kesadaran Berlalulintas

PERI/RB
MRS: Kasatlantas Polres Mukomuko saat membahas MRS bersama awak media di Markas Satlantas, kemarin (15/1). Insert: Tampak anggota Satlantas Polres Mukomuko mengevakuasi kendaraan yang terlibat Laka Lantas, baru-baru ini.

MUKOMUKO – Atas perintah Undang-undang Nomor 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Polres Mukomuko meluncurkan Program  Millennial Road Safety (MRS). Ini juga atas instruksi Kapolda Bengkulu melalui telegram. Program ini dirancang dalam bentuk festival, diharapkan dapat jadi salah satu solusi meningkatkan kesadaran berlalulintas. Khususnya generasi milenial.

Kapolres Mukomuko, AKBP. Yayat Ruhiyat, SIK melalui Kasat Lantas, AKP. Dedi Kusnadi, SH mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan program tersebut. Program itu bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tingkat Provinsi Bengkulu, angka kecelakaan di Mukomuko tercatat nomor tiga tertinggi. Tingkat dunia, kecelakaan di Indonesia berada di posisi nomor lima.

“Karena masih tingginya angka kecelakaan inilah, program ini kita gelar. Selain perintah UU , juga perintah dari Kapolda,” terang Kasat ditemui di ruang kerjanya.

Selain sebagai upaya menekan angka kecelakaan, juga sosialisasi agar masyarakat pengendara lebih hati-hati. Yang terpenting, mengikuti peraturan berlalulintas dengan baik dan benar.

Dia mengimbau, seluruh elemen masyarakat melaporkan ke kepolisian terdekat. Jika tahu ada aktivitas balap liar (bali) di Kabupaten Mukomuko. Hingga kemarin (15/1), belum ada laporan aksi bali untuk di wilayah hukum Polres Mukomuko. “Segera laporkan jika ada bali di desa/kelurahan dan kecamatan masing-masing. Sampai pertengahan Januari ini, belum ada laporan. Dengan turut dibuktikan dari hasil giat operasi yang masih terus dilakukan,” demikian Kasat.

Angka Tewas Turun

Sementara itu, angka kecelakaan yang korbannya berujung meninggal dunia, turun sepanjang tahun 2018 dibanding tahun 2017. Kasatlantas mencatat hingga akhir tahun 2018 korban meninggal dunia akibat kecelakaan (Laka) lalu lintas (Lantas) 25 orang. Sementara tahun 2017 ada 31 orang tewas.

Disisi lain, kerugian materiil akibat laka lantas, meningkat tajam. Tahun 2017, dari sejumlah kasus laka, merugikan Rp 392,5 juta. Sepanjang tahun 2018, meningkat drastis tembus Rp 434,5 juta atau meningkat sekitar Rp 42 juta. Terbesar menimbulkan kerugian materiil cukup besar terjadi di bulan April mencapai Rp 110 juta. Lalu Agustus, menembus angka Rp 107,5 juta.

Cukup berbeda dibandingkan tahun 2017, laka yang menimbulkan kerugian materil terbilang besar terjadi Maret Rp 58 juta dan Januari Rp 49 juta. “Kalau di Desember tahun 2018, kerugian materiil akibat laka Rp 35 juta dan November 2018 Rp 31,5 juta,” papar Kasat, kemarin.

Sementara tahun 2018 tercatat ada 63 kasus laka. Naik sedikit dibanding 2017 hanya 61 kasus. Sedangkan korban luka berat (LB) dan luka ringan (Luring), tahun 2018 turun. Korban yang mengalami LB hanya 40 orang dan luring 15 orang. Padahal tahun 2017, LB ada 44 orang dan Luring 20 orang.  “Lebih banyak menimpa masyarakat berusia produktif yaitu 17 -35 tahun. Sebab diusia itu, mereka masih cenderung senang ugal-ugalan di jalan raya. Selain itu kurang mematuhi aturan berlalulintas,” terang Kasat.

Untuk menekan kasus kecelakaan ini, pihaknya bakal banyak menggelar operasi di jalan raya dibarengi sosialisasi pada pelajar dan masyarakat. Dia juga akan membentuk relawan yang melibatkan masyarakat berusia produktif sebagai pelopor ketertiban berlalulintas.

“Kita harap angka kecelakaan di jalan raya kita tekan habis. Angka kecelakaan tahun 2018 cenderung naik jika dibanding dengan kasus tahun 2017,” demikian Kasat.(hue)

Berita Lainnya

Reward 36 Paskibraka Jalan-jalan ke Bogor

MUKOMUKO – Ini yang kali pertama diberikan reward oleh Pemkab Mukomuko kepada Pasukan Pengibar Bendera ...

error: Content is protected !!