Kamis , 21 Februari 2019
Home / Metropolis / Perumahan Marak Berdiri, Banjir Makin Menjadi

Perumahan Marak Berdiri, Banjir Makin Menjadi

SIDAK: Rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan sidak ke perumahan Bentiring III di Jalan Dharma Wanita. (foto : wahyu/rb)

BENGKULU – Warga di sekitar Perumahan Bentiring III Jalan Dharma Wanita Kecamatan Muara Bangkahulu mengeluhkan rumah mereka sering kebanjiran bila hujan turun. Menurut warga, banjir itu mulai terjadi semenjak perumahan ini berdiri. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu, kemarin (15/1) siang.

Sidang yang dikomandoi Ketua Komisi II DPRD, Saur Manalu, beranggotakan M Awaludin, Zulaidi, Mardensi, dan Marliardi itu, juga dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu, Yusman beserta jajaran.

Selain soal banjir yang mencapai hingga dada orang dewasa, dalam sidak itu juga terungkap kalau Perumahan Bentiring III tersebut baru memiliki izin rekomendasi dari Dinas Perkim dan PUPR, bukan izin dari Dinas Perizinan dan Penanaman Modal belum ada. “Kalau dulu sebelum ada perumahan ko (ini, red) jarang nian banjir, kalaupun ada banjir paling selutut kaki. Tapi kemaren ko pas hujan deras, banjir lah hampir ke dada orang dewasa,” terang Habiba warga sekitar.

Terkait keluhan warga itu, Saur Manalu mengatakan akan berusaha mencari solusi terbaik, serta akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk mencari kejelasan perizinan perumahan ini. Agar masalah ini tidak terus menimbulkan polemik. “Ya nanti kita jadwalkan pekan depan pemanggilan kepada pihak terkait agar perizinan perumahan ini jelas. Jangan sampai pemerintah kecolongan terkait perizinan. Khusus untuk permasalahan banjir akan kita minta ke depan dibangun gorong-gorong pembuangannya dilebarkan, agar ada serapan air ketika hujan,” jelas Saur Manalu.

Sementara itu, Direktur PT Ahsani Karya Syamsu Iwan mengungkapkan, pihaknya masih akan menunggu keputusan dan rekomendasi dari pihak DPRD. Sedangkan terkait permasalahan banjir pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Bengkulu untuk membangun siring yang cukup lebar sebagai aliran air, namun memang butuh pelebaran pada aliran pembuangannya yang terlalu kecil.

“Kalau untuk bangun siring ini pembangunannya kita koordinasikan ke Dinas PUPR. Sebab memang butuh pelebaran pada aliran pembuangannya ini. Kalau terkait soal izin kita sudah ada kok,” terang Syamsu Iwan.

Menanggapi hal itu, Kadis Perkim Kota Bengkulu, Yusman mengaku hanya mengeluarkan rekomendasi terkait pembangunan perumahan tersebut. Sementara isi dari rekomendasi tersebut ialah terkait penyediaan 30 persen lahan perumahan untuk fasilitas umum, bukan terkait tata ruang dan peil banjir (ketinggian permukaan tanah untuk hindari banjir).

“Untuk rekomendasi kita sudah dikeluarkan, dan rekomendasi itu terkait 30 persen lahan perumahan yang harus disediakan untuk fasum, bukan terkait peil banjir, kalo itu urusannya Dinas PUPR. Sedangkan soal izin lainnya itu ada di Dinas Perizinan yang punya wewenang,” jelas Yusman.(new)

Berita Lainnya

Pinjaman Dana SMI Terancam Batal

BENGKULU – Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke PT Sarana Multi Infasrtuktur (SMI) ...

error: Content is protected !!