Sabtu , 16 Februari 2019
Home / Berita utama / Tak Ada Satupun Kabupaten dan Kota di Bengkulu yang Dapat Adipura

Tak Ada Satupun Kabupaten dan Kota di Bengkulu yang Dapat Adipura

BENGKULU – Tahun 2018 tidak ada satupun kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu berhasil meraih penghargaan bergengsi bidang lingkungan, Adipura. Sebelumnya ada dua daerah yang diusulkan oleh Provinsi Bengkulu untuk penilaian Adipura, yakni Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara.

Namun menurut tim penilai atau konsultan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tak satupun daerah di Bengkulu yang diusulkan untuk meraih Adipura itu memenuhi penilaian mereka. Sehingga akhirnya dalam pemberian penghargaan Adipura 2018 kepada 146 Kabupaten/Kota di Indonesia, Provinsi Bengkulu tidak masuk di dalamnya. Pemberian penghargaan Adipura untuk kabupaten/kota ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Manggala Wanabakti Jakarta Senin (14/1) kemarin malam. “Ya kita tahun ini tidak mendapatkan Adipura. Kita kalah,” kata Kadis LHK Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi, kemarin.

Dia menjelaskan, ada beberapa penilaian yang menjadi dasar untuk pemberian point oleh konsultan penilai. Seperti konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kemudian kebersihan kota, payung hukum serta sanksi terkait dengan kebersihan lingkungan. Kemudian kepemimpinan green atau hijau yang diambil oleh kepala daerah. Serta sarana prasarana terkait dengan lingkungan. “Kalau item penilaiannya banyak. Tahun ini kita tidak ada yang bisa lulus,” terang Agus.

Tapi belum mendapatkan penghargaan adipura, berarti kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu masih perlu melakukan peningkatan dalam pengelolaan lingkungan. Penataan dan kebersihan kota serta saluran sanitasi juga harus menjadi perhatian pemerintah. “Ya artinya seperti itu,” kata Agus.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Provinsi Bengkulu Tasrip menjelaskan, kelemahan terbesar sehingga Bengkulu tidak meraih Adipura terkait dengan pengelolaan sampah. Saat ini tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Bengkulu serta pengelolaannya masih tidak layak. Padahal item TPA ini merupakan penilaian tertinggi. Di Bengkulu Utara dan Kota masih banyak ditemukan sampah yang berserakan. “Kita masih banyak menemukan sampah,” katanya.

Selain itu juga yang menjadi point selanjutnya adalah pasar. Pasar di Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu masih semerawut. Contoh saja di Pasar Minggu dan Pasar Panorama, yang tidak teratur. Sehingga membuat penilaian untuk dua daerah yang diajukan tersebut menjadi kecil. “Pasar kita masih semrawut. seperti Pasar Minggu dan Panorama tidak  teratur,” terangnya.

Dia menjelaskan, pekerjaan rumah kedepannya adalah untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan di kabupaten dan kota. Tergantung walikota dan bupati untuk berkomitmen mendapatkan penghargaan itu. “Ada juga penilaiannya tentang rumah sakit. Kalau kita rumah sakitnya sudah lumayan tertata bagus. Tapi dua item yakni TPA dan pasar kita masih kecil penilaiannya,” ujarnya.

Untuk  tahun 2019 akan kembali dilakukan penilaian Adipura. Berapa wilayah yang akan dinilai tergantung usulan dari kepala daerah atau walikota. Namun salah satu persyaratan adalah di kabupaten atau kota harus ada pasar harian. Sementara banyak kabupaten di Bengkulu yang belum memiliki pasar harian. Sehingga belum bisa ikut memperebutkan penghargaan ini. “Terkahir kita peroleh penghargaan ini di tahun 2017 dimana Kota Bengkulu mendapatkan penghargaan Adipura,” tutupnya.(del)

Berita Lainnya

Diklat Angkatan Ke-IX Ditutup, Lulusan YPRB Jangan Mudah Berpuas Diri

BENGKULU – Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik Yayasan Pendidikan Rakyat Bengkulu (YPRB) angkatan ke-IX, resmi ...

error: Content is protected !!