Sabtu , 21 September 2019
Home / Metropolis / Komisi I Minta Kinerja Kadis DLH Dievaluasi

Komisi I Minta Kinerja Kadis DLH Dievaluasi

MENUMPUK: Kondisi sampah di Jalan Semangka simpang Pasar Panorama dibiarkan menumpuk. Bahkan hingga pukul 13.00 WIB sampah masih dibiarkan berserakan di jalan.

BENGKULU – Membayar retribusi sampah secara rutin, rupanya tidak menjamin akan menjadikan lingkungan bebas dari sampah. Penumpukan sampah di beberapa titik wilayah dalam Kota Bengkulu masih sering terlihat. Contohnya di Jalan Semangka simpang Pasar Panorama dan di Jalan Tribata Kelurahan Cempaka Permai.

Sampah terlihat menumpuk tak kunjung diangkut petugas kebersihan. “Sudah seringkali kita melihat tumpuhkan sampah dibiarkan berserakan di jalanan. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Artinya kinerja Kepala Dinas (Kadis) terkait wajib dievaluasi. Masa masalah sampah tak pernah kunjung beres hingga saat ini,” ketus Sekretaris Komisi I DPRD Kota, Hamsi, Amd.

Menurut Hamsi, Komisi I DPRD kota yang bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) seringkali memberikan saran dan masukan terkait masalah sampah lingkungan harus selalu terjaga bersih. Hal ini demi mendukung program pemerintah Bengkulu BISA (Bersih, Indah, Sejuk, Aman).

“Artinya ketika masih banyak sampah yang menumpuk di lingkungan warga ataupun di sejumlah pasar, tim kebersihan belum bekerja maksimal. Apalagi sejumlah kendaraan armada operasional yang dimiliki saat ini sudah lengkap,” tuturnya.

Selain itu Hamsi menambahkan, masih banyak ditemukannya kondisi sampah yang menumpuk di lingungan warga sekitar, bukti lemahnya kinerja Dinas Lingkungan dalam mengawasi petugas kebersihan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja Dinas yang lemah.

Disisi lain, Anggota DPRD Kota lainnya Iswandi Ruslan mengungkapkan, Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan retribusi ataupun sanksi pengelolaan sampah harus benar-benar dijalankan dengan baik. Namun untuk menjalankan hal itu juga harus disediakan fasilitasi dengan sarana dan prasana yang memadahi. Sebab bila tidak memadahi tentu penerapan perda pengelolaan sampah Kota Bengkulu itu akan sulit dilaksanakan sampai kapan pun.

“TPA (tempat pembuangan akhir sampah) kita saja sudah overload kapasitasnya. Sedangkan masyarakat kita setiap harinya itu bisa membuang sampah hasil rumah tangganya mencapai berton-ton. Jadi saya sara sangat sulit diterapkan perda itu, kalau sarana prasana yang belum memadahi belum tersedia oleh pemerintah,” jelasnya.

Keluhkan Fasilitas Sampah

Sementara itu, fasilitas tempat pembuangan sementara sampah juga masih menjadi keluhan. Munarkin (46) warga Jalan Sepakat RT 20 Kelurahan Sawah Lebar Baru mengatakan, fasilitas tempat sampah yang ada di kelurahan maupun RT/RW memang sangat jarang ditemui. “Bisa dilihat sendiri tempat kami ini, hampir jarang sekali mobil angkutan sampah datang, memungut sampah di lingkungan kami yang berserakan. Selama ini memang yang dikeluhkan warga adalah tempat sampah yang tidak ada,” kata Munarkin.

Sementara ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, Syanurbi, SE belum bisa ditemui. Dihubungi beberapa kali ponsel pribadinya sulit dihubungi.(new)

Berita Lainnya

Dewan Setuju Gaji Honorer Naik

BENGKULU – Ketua sementara  DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, S.IP mendukung rencana untuk menaikkan gaji honorer ...

error: Content is protected !!