Sabtu , 16 Februari 2019
Home / Metropolis / Rekanan Proyek Lampu Jalan Setor Rp 857,7 jt

Rekanan Proyek Lampu Jalan Setor Rp 857,7 jt

BENGKULU – Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (MPTGR) Kota Bengkulu akhirnya menghentikan penyidikan terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang berpotensi merugikan negara Rp 940,76 juta.

Hal itu dilakukan setelah rekanan proyek lampu jalan tersebut langsung mengembalikan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebesar Rp 857.765.869,40. Pengembalian itu sendiri terkesan terburu-buru. Hal ini terlihat dari pengembalian yang dicicil oleh pihak rekanan dari tahun 2018 lalu. Yakni tanggal 10 Juli 2018 rekanan proyek menyicil sebesar Rp 50 juta, lalu 8 Agustus 2018 sebesar Rp 20 juta, 17 September 2018 Rp 8 juta, 3 Oktober Rp 5 juta, dan terakhir 15 Januari 2019 langsung dilunaskan sisanya sebesar Rp 857.765.869,40.

Dilansir RB sebelumnya, Selasa (15/1) lalu Kapolres Bengkulu, AKBP. P Heru Kun Prasetyo, S.IK bahkan sempat mengatakan akan menyelidiki terlebih dulu proyek pengadaan dan pemasangan lampu jalan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris MPTGR Kota Bengkulu Sahudin, AK,MSi, CA membenarkan pihak rekanan sudah melunaskan seluruh sisa cicilan tersebut. Sisa cicilan itu disetorkan rekanan langsung ke kas daerah. MPTGR pun menghentikan penyidikan terhadap temuan ini. “Alhamdulillah pihak rekanan sudah mengembalikan sebelum sidang. Tugas MPTGR sudah selesai, penyidikan kita hentikan karena TGR sudah dibayar pihak rekanan. Tidak ada permasalahan lagi dengan MPTGR,” pungkas Sahudin.

Dengan demikian, sampai saat ini MPTGR Kota Bengkulu sudah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 1,3 miliar lebih. Jumlah itu merupakan pengembalikan TGR dari proyek lampu jalan dan juga kelebihan bayar pada belanja makan dan minum di Sekretariat Kota Bengkulu.

Ditambahkannya, memprioritaskan penyelamatan kerugian negara ini, merupakan tugas dan fungsi dari dibentuknya MPTGR Kota Bengkulu. Dengan keberadaan MPTGR diharapkan dapat menimalisir kerugian negara dengan adanya pengembalian potensi kerugian negara dari pihak rekanan. Ini juga sesuai dengan amanah Presiden RI.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Tim investigasi Harian Rakyat Bengkulu (RB) menemukan adanya potensi kerugian negara dalam penggunaan APBD 2017 Pemda Kota Bengkulu. Setelah menemukan adanya potensi kerugian negara Rp 360,1 juta dalam belanja makan minum sekretariat daerah. Kali ini ditemukan adanya potensi kerugian negara Rp 940,76 juta dari proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Modusnya lewat pemahalan harga satuan unit LPJU dan pemahalan di biaya pemasangan.

Modusnya lewat pemahalan harga satuan unit LPJU dan pemahalan dibiaya pemasangan. Hasil penelusuran, diketahui Dinas Perhubungan Kota Bengkulu menganggarkan belanja modal pada pengelolaan LPJU, kegiatan pengadaan lampu jalan senilai Rp 7,71 miliar dengan realisasi sebesar Rp 6,74 miliar atau sebesar 87,41 persen. (key)

Berita Lainnya

Presiden Percepat Pembangunan

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah, MM berhasil meyakinkan Presiden RI Ir. Joko Widodo ...

error: Content is protected !!