Sabtu , 23 Februari 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Selingkuh dan Masalah Ekonomi Mendominasi

Selingkuh dan Masalah Ekonomi Mendominasi

CURUP – Kasus perselingkungan dan masalah ekonomi keluarga mendominasi angka tertinggi perceraian khusus cerai gugat (istri mengguat cerai suami). Selain itu, jumlah pengajuan cerai di tahun 2018 tercatat mencapai 906 kasus. Ini menurun dari tahun 2017 yang mencapai 1.200 kasus.

‘’Gugatan ini didominasi oleh dugaan perselingkuhan dan masalah kondisi ekonomi keluarga. Untuk tahun 2018, dari 906 kasus hanya tersisa 18 kasus yang belum selesai. Sedangkan untuk lainnya sudah selesai,’’ terang Kepala Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Rejang Lebong (RL) Drs. Ahmad Nasuha kemarin.

Selain dua masalah tersebut, sambung Ahmad, gugat cerai diajukan istri kepada suami juga dilatar belakangi faktor lain. Diantaranya perselisihan yang berkepanjangan serta adanya dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hasil penyididikan, rata-rata yang megajukan cerai gugat pasangan berusia 30-40 tahun. Sedangkan umur ditas 50-60 jarang terjadi, termasuk pernikahan dini. ‘’Factor pendidikan sangat mempengaruhi perceraian. Termasuk juga adanya pengaruh lingkungan juga cukup tinggi,’’ terang Ahmad.

Ditambahkan Ahmad, untuk kasus pernikahan dini tahun 2018 lalu mencapai 32 kasus. Berdasarkan Undang-undang yang berlaku umur laki-laki minimal 19 tahun dan perempuan 16 tahun atau harus ada dispensasi dari pengadilan agama. Karena jika tidak tentunya akan melanggar undang-undang perlindungan anak

‘’Kebanyakan pergaulan bebas, hamil duluan, pengaruh tehnologi serta ditangkap atau digerebek masyarakat karena pergaulannya. Pernikahan dini ini sendiri harus ada permohonan dari kedua belah pihak sehingga bisa dinikahkan dan memprtimbangkan modhoradnya dimasyarakat,’’ imbuh Ahmad.(dtk)

Berita Lainnya

Jalan Negara Rusak Kembali Makan Korban

PUT – Kondisi beberapa titik jalan negara di kawasan Lintas Curup-Lubuk Linggau yang rusak kembali ...