Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / 35 Persen Pajak Galian C Untuk Desa

35 Persen Pajak Galian C Untuk Desa

MUKOMUKO – Sebanyak 35 persen dari pajak galian C yang diterima Pemkab Mukomuko, diserahkan kepada pemerintah desa. Sisanya 65 persen akan dimanfaatkan Pemkab untuk program pembangunan. Sedangkan 35 persen lagi, menjadi pendapatan desa untuk pembangunan di desa tersebut.

Di Kabupaten Mukomuko ada 17 desa yang mendapatkan hak tersebut. Ini sudah ditetapkan bupati dalam peraturan bupati (Perbup). Desa yang dapat itu, khusus desa yang di wilayahnya ada aktivitas pertambangan mineral bukan batuan.

“Jadi tak semua desa dapat termasuk desa tetangga juga tidak dapat. Sesuai Perbup, pembagian hanya untuk desa yang di daerahnya ada aktivitas kuari,’’ papar Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Mukomuko, Agus Sumarman, MM, M.PH.

Sebagai bentuk komitmen dengan Perbup itu, papar Agus, Pemkab kini mulai bagikan pendapatan dari pajak galian C ke masing-masing desa untuk tahun anggaran 2019.

Perolehan terbesar yakni Desa Air Kasai Kecamatan Air Dikit sebesar Rp 84,4 juta. Berikut Desa Marga Mulya Sakti Rp 18,8 juta, dan Desa Penarik sebesar Rp 16,7 juta.

Lalu Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman Rp 13,4 juta, Desa Suka Maju Kecamatan Penarik Rp 12,9 juta, Desa Suriang Bungkal Rp 12,2 juta, Desa Talang Arah Rp 10,7 juta, dan Desa Talang Kuning Kecamatan Teras Terunjam Rp 10 juta.

Disusul Desa Talang Sepakat Rp 7,6 juta, Desa Lubuk Sahung Rp 6,5 juta, Desa Lubuk Mukti Rp 5,8 juta, Desa Pauh Terenja Rp 5,1 juta, dan Desa Tanjung Alai Rp 5 juta. Kemudian Desa Talang Petai Rp 2,5 juta, Lalang Luas Rp 1,6 juta, Lubuk Sanai III Rp 1,3 juta dan Lubuk Gedang Rp 322 ribu.

“Untuk mencairkan uang bagi hasil tersebut, pemerintah desa asal kuari, mengajukan permintaan pembagian hasil pajak. Ini diajukan kepada Bupati Mukomuko melalui BKD disertai dengan bukti pajak,” jelasnya.

Selanjutnya BKD akan memverifikasi atas permintaan bagi hasil. Lalu merekapitulasi seluruh permintaan bagi hasil tersebut. Setelah tuntas, BKD mengajukan pencairan dana ke bupati. Sesuai hasil rekapitulasi dari permintaan desa asal kuari.

“Pemkab akan memberikan berdasarkan realisasi di Kas Daerah (Kasda). Tentu dana ini bukan dicairkan dalam bentuk cash. Tetapi ditransfer ke rekening kas desa (RKDes),” demikian Agus.(hue)

Berita Lainnya

Keuntungan Habis untuk Bayar Utang BUMD

MUKOMUKO – Usaha milik salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Mukomuko, PT. Mukomuko ...

error: Content is protected !!