Rabu , 22 Mei 2019
Home / Metropolis / 610 Pemegang SPT Parkir Dievaluasi

610 Pemegang SPT Parkir Dievaluasi

YUNIKE/RB
TERANCAM: Salah satu titik parkir yang berada di belakang Bencoolen Mal ini terancam akan ditutup karena rencananya kawasan ini akan dibangun taman.

BENGKULU – Surat Perintah Tugas (SPT) untuk pengelolaan parkir di tepi jalan dalam Kota Bengkulu sudah berakhir Desember  2018 lalu. Untuk pengelolaan parkir tahun 2019 ini,  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu kembali mengevaluasi SPT tersebut. Tercatat ada 610 pemegang SPT, dan lebih dari separo pemegang ini sudah memperoleh izin perpanjangan SPT. Sisanya masih dalam tahap evaluasi dan verifikasi persyaratan.

Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Bengkulu Najamudin, S.Sos mengatakan saat ini pihaknya masih dalam proses mengevaluasi izin perpanjangan SPT pengelolaan parkir tepi jalan. Sudah lebih 300 SPT dari total 610 pemegang SPT dievaluasi dan izinnya diperpanjang kembali oleh dishub. Evaluasi dalam rangka pengawasan ini dilakukan 3 bulan sekali. “Perbaruan izin SPT ini sudah dimulai sejak 1 Januari. Rata-rata semuanya diperpanjang, karena tidak bermasalah,” kata Najamudin kepada RB ditemui di ruangannya kemarin.

Lanjut Najamudin, belum ada kenaikan tarif parkir tahun ini. Tarif masih mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2011, dengan biaya parkir untuk roda 2 dan roda 3 sebesar Rp 1.000. Lalu untuk roda 4 atau jenis pikap dan minibus Rp 2.000, roda 4 truk sebesar Rp 3.000, dan roda 6 Rp 6.000. Dishub juga tahun ini belum menaikan target PAD, masih sama dengan tahun lalu sebesar Rp 5 miliar. Setoran setiap SPT perbulannya pun belum ada perubahan masih berkisar Rp 150 ribu paling kecil hingga Rp 2,5 juta dengan melihat potensi parkir.

“Capaian PAD dari retribusi parkir tahun lalu baru 85,90 persen atau Rp 4,29 miliar dari target Rp 5 miliar yang ditentukan TAPD dan Banggar. Kalau dari usulan kita target Rp 4 miliar, capaian PAD tahun lalu itu sudah over target,” bebernya.

Sementara itu menurut Najamudin belum ada rencana dari Dishub untuk menambah maupun mengurangi lokasi parkir tepi badan jalan. Ada 2 usulan lokasi baru dari masyarakat, tapi ini masih dalam tahap survey. Melihat secara langsung kondisi di lapangan, berpotensi atau tidak lokasi parkir yang diusulkan itu.

“Tiap bulan pemegang SPT ini harus menyetor. Kita lihat sampai akhir Januari ini, ada yang menunggak atau baru akhir bulan ini disetor pemegang SPT,” demikian Najamudin.

Terancam Digusur

Terpisah juru parkir di Jalan Pariwisata Pantai Panjang tepatnya di belakang Bencoolen Mal (Benmal), Rizal (41) warga Kelurahan Penurunan mengeluhkan rencana penggusuran titik parkir di belakang Benmal oleh Dishub. Berdasarkan informasi diterimanya, penggusuran dilakukan karena titik parkir disepanjang belakang mal dinilai membuat kemacetan dan juga rencananya akan dibangun taman.

Bila SPT pengelola kawasan parkir ini tidak lagi diperpanjang, maka sekitar 4 jukir di belakang Benmal ini terancam kehilangan mata pencariannya. “Kalau sampai digusur, kemana lagi saya mencari nafkah untuk keluarga saya. Jika dianggap menjadi penyebab kemacetan, kami rela dibatasi 1 lapis saja. Kita bukan mau cari kaya, tapi sekedar cari makan,” keluh Rizal.(key)

Berita Lainnya

Diskop UKM Tutup 200 Koperasi

BENGKULU – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Diskop dan UKM) Kota Bengkulu, tahun ini ...

error: Content is protected !!