Kamis , 21 Februari 2019
Home / Daerah / Lebong / 8 Jembatan Belum Selesai

8 Jembatan Belum Selesai

ARIS/RB
BELUM SELESAI: Jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya yang hingga kemarin (18/1) masih dalam pengerjaan.

PELABAI – Dari 11 paket pembangunan jembatan tahun anggaran 2018 senilai Rp 7,98 miliar di Kabupaten Lebong, hanya 3 yang selesai. Sementara 8 paket jembatan lainnya tidak selesai dengan progres fisik rata-rata di bawah 50 persen. Sekalipun demikian, hingga kemarin (18/1) belum satupun dilakukan pemutusan kontrak oleh Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRhub) Kabupaten Lebong.

Padahal hasil penghitungan progres fisik dan stock opname (persediaan material) oleh Bidang Bina Marga, Dinas PUPRhub Kabupaten Lebong terhitung kontrak pekerjaan berakhir, diduga beberapa paket jembatan progres fisiknya tidak memenuhi syarat untuk diperpanjang.  ‘’Kami mempertanyakan komitmen Pemkab Lebong terhadap rekanan yang tidak profesional, kok kerjanya tidak selesai kontraknya tidak diputus,’’ ujar tokoh masyarakat Lebong, Rozi Antoni.

Terlebih, 2 dari 8 jembatan yang tidak selesai itu sempat dikerjakan ulang karena fisiknya diduga asal jadi. Yakni pekerjaan Jembatan Air Uram menuju Kantor Camat Uram Jaya oleh CV. Najwa Konstruksi senilai Rp 1,8 miliar yang pondasinya sempat hanyut serta pekerjaan Jembatan Gantung Air Ketahun Desa Bentangur oleh CV. Tuan Rajo Bintang senilai Rp 601 juta yang ambruk karena tali selingnya putus jelang finishing pekerjaan. ‘’Ini mengindikasikan pekerjaan yang dilakukan rekanan tidak sesuai spesifikasi,’’ ungkap Rozi.

Sementara Kabag Layanan Pengadaan, Sekretariat Kabupaten Lebong, Syarifuddin, S.Sos, M.Si memastikan pihaknya hanya menerima usulan blacklist terhadap 2 perusahaan. Itupun baru 1 perusahaan yang diusulkan secara resmi, yakni PT. Bumi Putri Silampari selaku rekanan pelaksana pekerjaan tahap I pembangunan Pasar Modern Muara Aman senilai Rp 16,2 miliar. ‘’Satunya lagi CV. Najwa Konstruksi selaku kontraktor pelaksana pembangunan KTL (Kawasan Tertib Lalulintas, red) senilai Rp 1,15 miliar baru dilaporkan Dinas PUPRHub ke kami telah putus kontrak,’’ pungkas Syarifuddin.

Dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRHub Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian, ST memastikan 8 jembatan yang hingga kemarin (18/1) masih dalam proses pengerjaan itu sudah diperpanjang kontraknya. Sesuai penghitungan tim pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Bidang Bina Marga, progres fisik 8 jembatan yang diperpanjang itu seluruhnya di atas 50 persen. Bahkan dikalimnya ada yang sudah mencapai 70 persen.

‘’Rata-rata progres fisiknya 55 persen. Yang jelas kami memberlakukan denda permil maksimal kepada pihak ketiga bersangkutan. Dengan perpanjangan 50 hari, artinya denda yang harus dibayarkan pihak rekanan adalah 50 persen dari keseluruhan nilai kontrak,’’ tandas Agustian.

Pantauan RB, 3 proyek jembatan yang fisiknya selesai dan telah serah terima tahap I atau Provisional Hand Over (PHO) ke Dinas PUPRHub diantaranya  pembangunan jembatan gantung Air Ketahun Kelurahan Topos senilai Rp 678 juta. Pembangunan jalan dan jembatan di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai  senilai Rp 579 juta dan perbaikan Jembatan Air Karat di Desa Karang Dapo Atas, Kecamatan Bingin Kuning senilai Rp 489 juta.(sca)

8 Proyek Jembatan Tahun 2018 Tidak Selesai Sesuai Kontrak

 

Paket Pekerjaan                               Rekananan Pelaksana           Nilai

  • Jembatan Gantung Desa Ujung Tanjung III Sinar Akbar Utama        Rp 521 juta
  • Jembatan Air Uram-Kantor Camat Uram Jaya Najwa Konstruksi                    Rp 1,8 miliar
  • Jembatan Gantung Bioa Ngaai Semelako I Selako Utama                 Rp 243 juta
  • Jembatan Gantung Air Ketahun Karang Dapo Atas Aurora Partner Group Rp 692 juta
  • Jembatan Gantung Bio Bungai Desa Bungin Rach Utama          Rp 244 juta
  • Jembatan Gantung Bioa Tenong Air Dingin Tuan Rajo Bintang                  Rp 337 juta
  • Jembatan Air Amen Desa Daneu CV Duku Ilir                         Rp 1,8 miliar
  • Jembatan Gantung Air Ketahun Desa Bentangur Tuan Rajo Bintang                  Rp 601 juta

Berita Lainnya

Kerusakan Jalan Depan Terminal Semakin Parah

AMEN – Sejak tiga bulan terahir, kondisi jalan di Kelurahan Amen, Kecamatan Amen rusak dan ...

error: Content is protected !!