Sabtu , 16 Februari 2019
Home / Borgol / Bandit Nasabah Bank Tertangkap

Bandit Nasabah Bank Tertangkap

TERTANGKAP: Dua dari 5 bandit nasabah bank yang berhasil dibekuk tim Opsnal Subdit Jatanras Reskrimum Polda Bengkulu.

BENGKULU – Kerja keras Opsnal Subdit Jatanras Polda Bengkulu memburu pelaku pencurian uang milik nasabah BCA sebesar Rp 150 juta di dalam mobil di Jalan Citandui, Lingkar Barat, Jumat (11/1) lalu, membuahkan hasil. Belum satu minggu dari kejadian, tepatnya kemarin (17/1), tim Jatanras berhasil menggulung dua dari lima bandit asal Lubuklinggau, Sumsel itu.

Kedua tersangka Andi Hendri (30) dan Bambang Utoyo (35), warga Kota Lubuklinggau, diringkus di kawasan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang saat dalam perjalanan menuju Lubuklinggau, sekitar pukul 03.00 WIB. Selama lima hari pascaaksinya, dua bandit tersebut bersembunyi di Kabupaten Kepahiang, menunggu tiga rekannya, masing-masing berinisial Ta, Ag dan Di, yang membawa uang hasil curian itu. Namun hingga keduanya diringkus polisi, tiga rekannya tak kunjung muncul. Keduanya menduga kalau uang Rp 150 juta itu sudah dibagi tiga oleh tiga rekannya. Karena itu pula dalam penangkapanm dua bandit tersebut, Tim Jatanras Polda Bengkulu tak menemukan barang bukti uang maupun dua unit HP milik korban.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka Bambang dan Andi hanya berupa 1 unit motor CB 150 R milik Andi dan besi bekas payung yang sudah dikikis supaya tajam. Besi tajam inilah yang biasa dipakai pelaku saat menggembos ban mobil Honda CRV yang ditumpangi korban, Ita Nurmalasari warga Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes. Pol. Pasma Royce didampingi Kasubdit Jatanras AKBP. Max Mariners dan Kasi Penmas Kompol. Mulyadi mengungkapkan bahwa kronologis kejadian. Berawal Ita Nurmalasari, seorang karyawati swasta mencairkan uang Rp 150 juta di Bank BCA Panorama. Ia bersama sopir perusahaan, Xia Xu Peng.

Sementara itu, secara kebetulan, hari itu lima bandit yang baru datang dari Lubuklinggau sedang mencari mangsa. Mereka memang mengincar nasabah bank. Komplotan bandit itu bagi-bagi tugas. Pelaku Ta masuk ke dalam Bank BCA Panorama, pura-pura ingin transfer uang. Ia bertugas mengamati nasabah yang mencairkan uang paling banyak. Dan hari itu, Ita yang kedapatan oleh pelaku mencairkan uang dalam jumlah besar. Setelah berkoordinasi dengan empat rekannya di luar bank, salah satunya Andi yang berada di parkiran bank, korban yang keluar bank dibuntuti dan diamati mobil yang dinaikinya.

Sedangkan Bambang bersama 2 pelaku lainnya, Di dan Ag standby di simpang lampu merah KM 8. Saat mobil korban berhenti di lampu merah KM 8, pelaku Di meletakkan besi yang sudah dikikis tajam dari payung bekas di sela-sela ban belakang sebelah kiri mobil korban (Honda CRV).

Saat mobil berjalan, besi menancap di ban mobil hingga gembos. Sedangkan pelaku membuntuti dari belakang menggunakan motor. Korban baru mengetahui kalau ban mobilnya kempes saat tiba di Jalan Citandui, hendak kembali ke Pulau Baai. Lalu sopir korban turun mencari bengkel, sedangkan korban ikut turun untuk membeli buah di toko buah.

Saat itulah, pelaku Di dan Ag membuka pintu depan mobil dan mengambil uang  serta 2 unit HP milik korban yang berada di dalam mobil. Saat korban kembali, ia melihat pintu mobil sudah terbuka. Saat dicek ternyata uang dan HP sudah raib.

Selanjutnya korban melapor ke Polsek Gading Cempaka dan kasus ini ditangani Polda Bengkulu yang langsung bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut.

“Mereka berlima ini berkomplotan. Datang ke Bengkulu pada hari mereka beraksi itu, Jumat (11/1). Jadi masih ada  3 pelaku lagi yang kita kejar, anggota masih di lapangan. Mereka ini sebenarnya pelaku curanmor, tapi sudah naik kelas, bandit nasabah bank yang dalam aksinya menggembos ban mobil,” ujar Direktur Reskrimum Kombes. Pol. Pasma Royce.

Berdasarkan pengakuan tersangka Andi, yang mengajak mereka melakukan pencurian dengan cara menggemboskan ban mobil itu adalah Ta (buron). “Dia (Ta) yang puny ide. Kami ikut-ikutan saja. Kalau Bambang tugasnya disuruh membuntuti bersama Ag dan Di. Yang ngempeskan ban adalah Di,” ujar Andi sembari mengatakan kalau mereka berdua ditangkap di Ujan Mas, Kepahiang saat mau kabur ke Linggau.(tew)

Berita Lainnya

Jadi Kurir Ganja, Petani Dusun Curup Dibekuk Polres

KEPAHIANG – Apes dialami AA (37) warga asal Dusun Curup Kabupaten Rejang Lebong. Ia harus ...

error: Content is protected !!