Kamis , 23 Mei 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Baru Terbitkan 56 Izin Usaha

Baru Terbitkan 56 Izin Usaha

ARIE/RB
PERHATIKAN SISTEM: Kepala DPMTSP Kepahiang, M. Salihin sedang memperhatikan pelayanan perizinan yang menggunakan sistem OSS.

KEPAHIANG – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepahiang baru menerbitkan 56 izin usaha, dari 326 permohonan yang masuk. Ini sejak menerapkan Layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE) menggunakan aplikasi Online Single Submission (OSS) Oktober 2018 lalu. Kendalanya pada sistem jaringan OSS, hingga pelayanan lamban.

Kepala DPMPTSP Kepahiang, M. Salihin menyatakan pengajuan permohonan perizinan melalui aplikasi OSS pelaku usaha bisa menginput sendiri atau minta bantuan DPMPTSP. Sejauh ini kendala yang dihadapi dalam penginputan di aplikasi OSS masih terkendala jaringan internet yang kerap ngadat.

“Untuk mendapatkan sinyal, kita kadang terpaksa menginput di halaman kantor, karena jaringan internet di Kepahiang pada umumnya belum memadai untuk menggerakkan jaringan OSS. Aplikasi OSS ini jika diakses serentak, kerap menyebabkan down dan mempengaruhi kecepatan upload dokumen dan input data,” beber Salihin.

DPMPTSP Kepahiang telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, diantaranya mengimbau pemohon melakukan penginputan ulang di lokasi yang jaringan internetnya cepat. “Tapi tetap koordinasi dengan kita. Kami juga sudah bekerjasama dengan Telkom untuk menggunakan shelter Telkom di TIC dalam mengakses jaringan. Disana sudah ada fasilitasnya, kita hanya tinggal beli kuota internetnya,” imbuh Salihin.

Salihin menjelaskan intinya aplikasi OSS sudah berjalan, hanya saja masih jauh dari kata maksimal. Jika dibandingkan sebelumnya dengan sistem manual, biasanya 1 hari bisa sampai 10 penerbitan perizinan. Saat ini satu hari saja kadang 3 perizinan pernah hanya 1 perizinan.

“Kendala lain, karena dalam penginputan dilakukan pemohon, ada kesalahan penginputan format, jadi tidak bisa melakukan revisi sendiri. Harus melalui DPMPTSP membuat laporan secara elektronik dan menunggu respon dan konfirmasi dari server pusat. Sejauh ini, dari jumlah permohonan ada 2 kesalahan yang terjadi saat penginputan data dan hingga kini belum clear,” demikian Salihin.(sly)

Berita Lainnya

2 Pria dan 1 IRT Dibekuk

KEPAHIANG –Sat Resnarkoba Polres Kepahiang kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di kabupaten ini. Kali ...

error: Content is protected !!