Rabu , 20 Februari 2019
Home / Daerah / Lebong / 25 Dam Parit, Diduga Asal Jadi

25 Dam Parit, Diduga Asal Jadi

ARIS/RB
BELUM SELESAI : Pekerjaan DAM parit proyek DAK 2018 di Desa Tabeak Blau, Kecamatan Lebong Atas yang hingga kemarin (20/1) belum selesai.

PELABAI – Pelaksanaan pembangunan 21 DAM parit dan 4 embung proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Lebong diduga asal jadi. Beberapa dari pekerjaan dengan total nilai Rp 3,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 itu diklaim masyarakat tidak memberikan manfaat terhadap produktivitas pertanian.
Salah satunya pekerjaan DAM parit di Desa Kota Agung, Kecamatan Uram Jaya senilai Rp 142,5 juta yang sempat diprotes karena merusak sawah warga di sekitar lokasi proyek. Termasuk beberapa fisik pekerjaan, masih ada yang tidak selesai. Antara lain pembangunan DAM parit di Desa Tabeak Blau, Kecamatan Lebong Atas senilai Rp 142,5 juta yang hingga kemarin (20/1) belum juga dilakukan finishing sehingga bangunan belum bisa dialiri air.
‘’Bagian dinding siringnya belum diplaster. Bahkan ada tunggul pohon kelapa yang ikut dicor. Seharusnya tunggul kepala itu digali dulu sampai habis. Dengan kondisi itu, jelas pondasinya tidak akan tahan,’’ ujar Madi (40), warga Desa Tabeak Blau kepada RB.
Sementara tokoh masyarakat Lebong, Rozi Antoni meminta aparat penegak hukum menelusuri pekerjaan proyek dam parit dan embung. Diduga teknisnya tidak melibatkan kelompok tani (poktan). Pihak Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, hanya menggunakan nama poktan. Sementara pekerjaan dipihaktigakan ke perorangan atau perusahaan konstruksi.
‘’Supaya tidak ada kecurigaan di masyarakat, silahkan pihak yang berwenang menyelidiki kebenarannya. Yang jelas ada pekerjaan dam parit yang sampai sekarang tidak selesai karena belanja materialnya belum dilunasi sehingga pihak rekanan yang melaksanakan enggan melanjutkan pekerjaan,’’ ungkap Rozi.
Dikonfirmasi, Kabid Prasarana dan Sarana, Disperkan Kabupaten Lebong, Afri Hardiansyah, ST memastikan seluruh pekerjaan dam parit dan embung telah selesai 100 persen. Itu sesuai hasil pengawasan yang dilakukannya ke lapangan. Termasuk masalah pembayaran, seluruhnya telah dibayarkan 100 persen sesuai tahapan dan progres fisik pekerjaan.
‘’Dalam teknis pekerjaan, seluruhnya kami serahkan kepada poktan. Tidak ada yang dikerjakan pihak ketiga. Termasuk hasil pekerjaan, semuanya sesuai rencana dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu produktivitas pertanian,’’ tandas Afri. (sca)

Berita Lainnya

Kerusakan Jalan Depan Terminal Semakin Parah

AMEN – Sejak tiga bulan terahir, kondisi jalan di Kelurahan Amen, Kecamatan Amen rusak dan ...

error: Content is protected !!