Kamis , 22 Agustus 2019
Home / Metropolis / Dewan Tagih Laporan Keuangan PDAM

Dewan Tagih Laporan Keuangan PDAM

BENGKULU – Meski tahun anggaran 2018 sudah lama tutup, namun hingga kemarin (20/1), Komisi III DPRD Kota Bengkulu sebagai mitra kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota belum menerima laporan keuangan tahun 2018.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Rena Anggraini berharap manajemen segera menyampaikan laporan keuangan untuk tahun 2018 tersebut secepatnya.  “Karena laporan keuangan ini juga berkaitan dengan langkah kedepan program yang dijalankan. Jadi harus disampaikan, termasuk soal pendapatan, keuntungan, kerugian, termasuk juga soal penyelesaian tunggakan pelanggan yang terjadi selama ini,” bebernya.

Sambung Rena, PDAM merupakan satu-satunya perusahaan daerah. Harus transparan kepada publik karena statusnya sebagai perusahaan daerah adalah perusahaan publik. Sehingga, publik mengetahui PDAM mengalami untung atau merugi, termasuk kendala dalam memberikan pelayanan juga harus dipublikasikan.

“Dewan sebagai fungsi kontrol pengawasan juga wajib mengetahui laporan keuangan PDAM tersebut. Sebab jangan sampai kasus bobolnya keuangan PDAM waktu dulu tahun era 2009-2011 dapat terulang lagi. Sebab perlu transparansi keuangan perusahaan daerah sangat penting,” jelasnya.

Selain itu lanjut Rena, masalah penuntasan persoalan tunggakan pelanggan PDAM yang terjadi selama ini segera dituntaskan. Agar PDAM tidak terjadi kerugian yang siginifikan. “Sebab biaya operasional PDAM sendiri dari pelanggan yang membayar setiap bulannya. Mungkin dalam minggu ini kita akan agendakan pemanggilan manajemen PDAM, terkait mempertanyakan soal laporan tersebut,” tuturnya.

Senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Suimi Fales mengatakan, laporan keuangan PDAM harus disampaikan segera sebagai bagian evaluasi terhadap perusahaan daerah. Apalagi menurutnya, pelayanan publik yang dilakukan oleh PDAM selama ini memang dinilai kurang maksimal. Padahal PDAM merupakan salah satu perusahaan BUMD andalan daerah ini.

“Karena PDAM itu bisa bergerak karena kunci utamanya adalah pelanggan. Kalau pelayanan PDAM tidak diberikan maksimal dengan pelanggan, yang terjadi pelanggan itu sendiri akan berhenti. Makanya ini juga menjadi perhatian kami (dewan) sebagai fungsi kontrol pengawasan,” jelasnya. (new)

Berita Lainnya

Resmi Dilantik, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diminta Bersinergi dan Kerja Profesional

BENGKULU–  Pasca Pemilu Presiden RI dan Legislatif, termasuk Pemilihan Legislatif DPRD Kota Bengkulu 17 April ...

error: Content is protected !!