Rabu , 20 Februari 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Dikbud BS Ancam Cabut Izin Warnet

Dikbud BS Ancam Cabut Izin Warnet

KOTA MANNA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Bengkulu Selatan (BS) ancam cabut izin usaha warnet bila kedapatan memberikan fasilitas main warnet pada pelajar saat masih jam sekolah.  Plt Dikbud BS, Ir Susmanto MM, mengatakan pelajar yang main warnet saat  jam sekolah, adalah melanggar aturan dan perlu dibina lebih lanjut.

Sedangkan warnet yang menyediakan ruang bagi para pelajar untuk bermain saat jam sekolah,  Dikbud akan memberi sanksi berupa pencabutan izin usaha melalui Pemda BS. “Jika masih ada pelajar kedapatan main warnet saat jam belajar, kami minta Pemda BS cabut  izin operasi warnet tersebut selamanya,” tegas Susmanto.

Upaya ini dilakukan, karena selama ini setiap kali ada razia yang digelar Satpol PP, sering kali menemukan pelajar asyik main di warnet. Karena itu ia mengimbau para pengusaha warnet bisa mendukung program pendidikan di BS. Dengan tidak membiarkan pelajar main ke warnet saat jam belajar.

“Bukan hanya pemerintah dan guru saja yang bertanggung jawab untuk mendukung pelajar BS agar tidak terpengaruh hal negtif. Tapi peran serta masyarakat, dan salah satunya usaha warnet, sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Susmanto, ia juga akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah atau guru di sekolah tersebut, jika masih ada pelajar yang berkeliaran saat jam belajar. Karena, kalau ada pelajar berkeliaran, berarti pihak sekolah tak peduli pada anak-anak dan sengaja membiarkan anak-anak berkeliaran. Ia memastikan kepala sekolah tersebut akan diganti dan guru yang bersangkutan akan dipindah ke sekolah lain.

“Minta para guru dan kepala sekolah harus tegas dalam mendidik dan menindak pelajar yang bandel. Karena kalau lemah dalam pengawasan, maka siap-siap menerima sanksi dari Dikbud,” beber Susmanto.

Kedepan Dikbud akan memperkuat kerja sama dengan Satpol PP BS. Jadi nanti Satpol PP bisa rutin menggelar razia pelajar berkeliaran. Nantinya jika ada pelajar yang terjaring razia akan diangkut ke Dinas Dikbu. Kemudian guru dan kepala sekolahnya akan dipanggil. “Saya yakin bila pihak terkait saling bersinergi, maka dunia pendidikan di BS akan maju dan yang bangga adalah masyarakat BS,” demikian Susmanto.(tek)

Berita Lainnya

Bawaslu Masih Kekurangan Pengawas TPS

KOTA MANNA – Waktu pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan ditutup pada 21 Februari ...

error: Content is protected !!