Rabu , 24 April 2019
Home / Borgol / Kejari Terima Pengembalian Kerugian Negara Akibat Korupsi Beban Kerja Rp 500 Juta

Kejari Terima Pengembalian Kerugian Negara Akibat Korupsi Beban Kerja Rp 500 Juta

HITUNG DUIT : Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan, SH menyaksikan langsung pihak Bank Mandiri menghitung uang yang dikembalikan dari salah satu terdakwa korupsi dana BK. (foto : ekky/rb)

BENGKULU – Salah satu terdakwa kasus korupsi dana Beban Kerja (BK) di Pemkot Bengkulu Ihsanul Arif alias Itang, mantan Kabid Perbendaharaan DPPKA Kota Bengkulu mengembalikan uang kerugian negara (KN) sebesar Rp 500 juta ke Kejaksaan Negeri (kejari) Bengkulu, Senin (21/1).

Uang pecahan seratus ribu itu diantar oleh 2 orang perwakilan keluarga Itang, salah satunya bernama Riki. Uang itu langsung diterima oleh jaksa pidsus dan Kasi Pidsus Oktalian dan langsung dihitung menggunakan mesin hitung.

Pantauan RB keluarga Itang tiba di Kejari pukul 15.00 WIB. Sembari menunggu pihak Bank Mandiri tiba, jaksa pidsus melakukan penghitungan uang. Pukul 15.30 WIB pihak Bank Mandiri tiba di Kejari dikawal scurity yang membawa senjata api laras pandek untuk menerima uang itu agar diamankan di Bank Mandiri sebagai titipan.

Tak lama kemudian Kajari Bengkulu Emilwan tiba di Kejari menyaksikan pihak Bank Mandiri menghitung ulang uang sejumlah Rp 500 juta itu. “Penitipan uang ini namanya pickup service Mandiri. Bila sebelumnya kita (jaksa) mengantar ke bank, kini pihak bank yang jemput bola ke sini demi keamanan,” ujar Emilwan sembari mengatakan pengembalian KN itu bisa jadi pertimbangan hakim dalam memberikan hukuman terhadap terdakwa.(tew)

Berita Lainnya

Rancang Pemungutan Suara Ulang

BENGKULU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merancang pemungutan suara ulang (PSU) serentak di sejumlah daerah ...

error: Content is protected !!